CAMAT BANJARAN CEP AZIS: “ SAYA TINJAU LOKASI PIPA UAP PABRIK PENCELUPAN YANG MELEDAK DEMI KEAMANAN WARGA”

233
CAMAT Banjaran, Kabupaten Bandung, Cep Azis, tinjau lokasi ledakan pipa uap milik PT, Tri Bintang Eka Warna di Tarajusari, Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (24/10/2016). (Foto/ Saufat Endrawan/ OPININEWS.COM )
CAMAT Banjaran, Kabupaten Bandung, Cep Azis, tinjau lokasi ledakan pipa uap milik PT, Tri Bintang Eka Warna di Tarajusari, Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (24/10/2016). (Foto/ Saufat Endrawan/ OPININEWS.COM )

OPININEWS.COM, BANDUNGCamat Banjaran, Cep Azis meninjau langsung lokasi meledaknya pipa uap milik pabrik pencelupan, PT. Tri Bintang Eka Warna, yang berada di Desa Tarajusari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Selasa (24/10/2016) sore.

Akibat ledakan pipa ini pada Selasa dinai hari,  tiga karyawan yang tengah memperbaiki pipa uap alami luka parah, akibat tersembur uap panas, dan dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Laporan adanya kejadian ini kepada kecamatan tidak ada, pihak Kecamatan dapat kabar ada ledakan sore harinya setelah warga merasa resah. Pihak petugas dari Polres Bandung pun, baru memasang police, Selasa siang.

Camat dan stafnya meninjau lokasi ledakan, setelah mendapatkan  kabar dari warga yang resah, karena ada pipa uap meledak, sementara warga tidak ada yang tahu sebelumnya di lokasi tersebut ada pipa uap.

“Saya juga kaget ada ledakan tapi tidak ada laporan kepada kecamatan. Setelah kami check, ternyata perusahaan tersebut tidak ada daftarnya di kecamatan, apalagi ada izin dari warga,” kata Cep Azis, kepada OPININEWS.COM di Bandung.

Camat Banjaran Cep Azis mengakui, keberadaannya di lokasi ledakan, karena ada laporan warga resah akibat ledakan pipa uap, hingga melukai tiga karyawan perusahaan tersebut. Dan keresahan warga, harus kita perhatikan. Jangan sampai adanya pipa uap warga jadi tak nyaman. Pihaknya juga saat meninjau ke lokasi tak ada satupun dari perusahaan yang berada di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bandung, AKP Niko NAP, mengakui, petugas baru memasang police line, Selasa siang. “Petugas  memasang police line, karena anggota tengah melakukan penyidikan akibat terjadinya ledakan pipa uap di PT. Tri Bintang Eka Warna, hingga melukai tiga karyawan yang tengahj memperbaiki pipa tersebut,” ujarnya. ( Saufat Endrawan )