HARRY TANOESOEDIBYO: “ PEMIMPIN HEBAT BUKAN MENYURUH RAKYATNYA MANDIRI DAN BERDAYA SAING, TAPI CIPTAKAN PEMERINTAH YANG MANDIRI

0
78
Ketua Umum Perindo, Harry Tanoesoedibyo, Lantik 1600 lebih Pengrus DPRT Perindo di Aula Graha, Perumahan Batunggal Indah, Kota Bandung. (Foto/ Barra Sulthan Endrawan/ OPININEWS.COM )
Ketua Umum Perindo, Harry Tanoesoedibyo, Lantik 1600 lebih Pengurus DPRT Perindo di Aula Graha, Perumahan Batunggal Indah, Kota Bandung. (Foto/ Barra Sulthan Endrawan/ OPININEWS.COM )

OPININEWS.COM, BANDUNG – Pemimpin yang hebat, bukan pemimpin yang mengharuskan rakyatnya untuk mandiri dan berdaya saing. Namun  sebaliknya, pemimpin harus mampu menciptakan pemerintahan yang mandiri dan berdaya saing.

Hal ini diungkapkan. Ketua Umum Partai Perindo, Harry Tanoesodibyo, saat ceramah umum di hadapan ribuan kader dan pengurus Partai Perindo dari Kabupaten Bandung, Kota Bandung. Kabupaten Cianjur, Sumedang, Majalengka dan Subang di Aula Graha Perumahan Batununggal Indah. Bandung, Rabu (26/10/2016).

Harry Tanoesoedibyo, yang dikenal dengan panggilan HT ini, menegaskan, jika igin menciptakan  masyarakat yang mandiri dan berdaya saing,  pemerintah yang seharusnya mampu mandiri dan berdaya saing, dengan memberikan kesempatan kerja sebanyak-banyaknya kepada rakyat jjuga memberikan peluang seluas-luasnyakjepada rakyat untuk mengenyam pendidikan.

Pemerintah jangan sekali kali menyalahkan staf dan rakyatnya. “Jika ada staf dan rakyat yang salah, itu adalah kesalahan pemimpinya. Karena seorang pemimpin, sudah memliki hak dan kewajiban untuk menentukan kebijakan, memilih stafnya juga mencabut jabatan mereka jika tak mampu,” kata HT, kepada OPININEWS.COM, di Bandung, Rabu (26/10/2016).

HT datang ke Bandung, melantik sebanyak 1600 lebih pengurus DPRT Perindo untuk  wilayah Kota/ Kab. Bandung, Sumedang, Majalengka, Subang dan Cianjur. Dan pada Kamis ini akan melantik ribuan pengurus DPRT Partai Perindo di wilayah Tasikmalaya.

Pada kesempatan ini, HT juga membagikan sebanyak 125 unit gerobak kukm secara gratis, kepada masyarakat di wilayah tersebut yang tidak mampu, agar mereka dapat mandiri dan berdaya saing, di saat perekonomian tengah sulit.

“Mau bagaimana pemimpin , ingin menciptakan masyarakat mandiri dan berdaya saing,  jika tidak banyak berbuat. Masyarakat butuh modal, butuh pekerjaan, dan butuh pendidikan, bukan butuh teori,” ucap HT.

HT juga memaparkan, dari data yang ada, permasalahan kemiskinan di Jawa Barat, adanya di kantung wilayah Kabupaten, diantarannya Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung, karena tidak banyak meciptakan pembangunan yang dapat menciptakan lowongan kerja bagi masyarakatnya. ( sft/ Asep Komara )

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here