NURMAHMUDI ISMAIL: “MENGKONSUMSI SORGUM LEBIH COCOK BAGI PENDERITA DIABETES”

0
176
Peneliti utama kebijakan pangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Nurmahmud Ismail, mengunjungi Setra Sorgum di Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. (foto/ fahmi )
Peneliti utama kebijakan pangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Nurmahmudi Ismail, mengunjungi Setra Sorgum di Pameungpeuk, Kabupaten Bandung. (foto/ Luthfy )

OPINEWS.COM, BANDUNGSentra Sorgum di Desa Bojongmanggu, Kecamatan, Pameungpeuk, Kabaupaten Bandung, sudah kurang terperhatikan  lagi oleh pemerintah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Padahal, sorgum bisa menjadi makanan pokok penganti beras.

Tanaman sorgum, jika dikembangkan bisa menjadi tanaman pokok di wilayah Kabupaten Bandung, apalagi dari hasil penelitian tanaman asal Negara Afrika ini, dapat tuumbuh diberbagai kondisi dan berbagai cuaca.

Beruntung, para petani sorgum, dan pengelola Setra Sorgum, kemarin, dikunjungi seorang peneliti utama kebijakan pangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Nurmahmud Ismail.

Disebutkan Nurmahmudi, tanaman sorgum dapat dikembangkan, dikondisi lahan apapun, apalagi di wilayah Kabupaten Bandung memiliki lahan pertanian yang cukup luas. Artinya, jika selama ini banyak kejadian gagal panen, dan banyaknya gagaln panen akibat pengaruh cuaca, menanaman sorgum solusinya.

“Varietas sorgum di dunia hingga mencapi 130 jenis. Manfaat sorgum sangat beragam, bagi manusia. Tinggal bagiaman manusia memperlakukan tanam tersebut,” kata, Nurmahmudi, kepada OPININEWS.COM, di Bandung.

Dkatakan Nurmahmudi, dari ratusan varitas sorgum yang ada, manfaatnya berbeda sesuai jenisnya. “Sorum tidak hanya bermanffat menjadi makanan pokok penganti beras, namun juga bisa diolah menjadi bahan pembuat gula pasir, serta makanan ternak.

Jika sorgum ditanam untuk  menjadi makanan alternative pengganti beras,sebauknya, tanamlah sorgum varietas tinggi, karena rasanya enak, dan masa panen pendek.

Sorgum bisa menjadi sumber pangan alternatif karena manfaatnya yang sangat banyak, khususnya bagi penderita diabetes dan hipertensi. “Jika mengalami diabetes, saya sarankan makanlah sorgum,” kata Nurmahmudi.

Nurmahmud menambahkan, sorgum lama mengeluarkan gula setelah dikonsum, sehingga baik bagi penderita diabetes. Sementara beras jika dikonsumsi, dalam sejam, sudah mengeluarkan semua unsur gulanya. Apalagi tepung, dalam 1,5 jam, tmengeluarkan unsur gula sehingga menyebabkan diabetes semakin parah. “Artinya sorgum lebih bermanfaat jiuka dikonsumsi setiap hari,” jelas Nurmahmudi. ( Saufat Endrawan ).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here