RIBUAN SISWA DAN MAHASISWA KABUPATEN BANDUNG DIBERI PENCERAHAN OLEH CEO MNC MEDIA TENTANG WIRAUSAHA

188

OPININEWS.COM, BANDUNGDalam sehari. Rabu (26/10/2016), CEO MNC Media, Harry Tanoesoedibyo,  bertatap muka dengan ratusan guru, serta ribuan siswa SMKN 2 dan SMKN 3, Baleendah, serta siswa SMK Al Aitam dan STT Jabar di Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Kehadiran pemilik media terbesar di Asia Tengara tersebut di wilayah Kabupaten Bandung, untuk sharing kewirausahaan dan pembangunan. Agar mereka tidak pesimis menghadapi hari depan, meskipun kondisi pemerintahan saat ini, kurang mampu menciptakan lapangan kerja.

Menurut Harry Tanoesoedibyo, yang dikenal dengan sebuatan  “HT”, meskipun pemerintah kurang maksimal memberikan peluang kerja kepada warganya, bukan berarti rakyat harus berdiam diri. Banyak peluang kerja yang bisa dicari, dan dikerjakan asal memiliki jiwa untuk berusaha.

“JIka orang terlahir dari orangtua yang miskin, bukan keinginan kita, itu takdir.  Namun, jika kita meninggal dalam kondisi sengsara,  itu kesalahan kita sendiri,” tegas HT, dihadapan ribuan siswa dan pelajaar asal Kabupaten Bandung.

Diakui HT, dirinya bukan terlahir dari orang kaya, “Bapak saya hanya sekolah hingga kelas 3 SD di Surabaya, karena orangtunya juga bukan orang mampu. Namun, dari kemiskinan bangkit untuk bekerja, cari uang untuk kursus bon a dan bon b dan bisa menjadi pengusaha. Dan cara itu juga saya ikuti. Artinya, ingin kaya dan sukses harus muncul dari kemauan,” jelas HT

Diakaui HT, sejak usia 28 tahun, dirinya telah mampu membeli sebuah bank di Surabaya, lalu hijrah ke Jakarta, dan kini sudah mampu mendirikan ratusan perusahaan dengan jumlah karyawan puluhan ribu. “Modalnya harus mau bekerja keras, kerja tak mengenal waktu, dan harus menghormati waktu, artinya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dan harus hormat kepada orang yang lebih tua,” ungkapnya.

Dan kata kunci dari ini semua harus mau belajar, bekerja dan berusaha. Dan manusia jangan hanya pintar diatas kertas, namun harus pintar pula bekerja. Dan, HT mengakui, permah menjadi anak nakal, sekolah tidak selesai, Setalah dan dewasa melanjukan sekolah sambil berbisnis hingga lului S3, dan selalu menjadi lulusan terbaik.

Seorang peserta kegiatan ini, Malya kepada OPININEWS.COM, di Bandung, mengakai, banyak dari pemaparan Pak HT, yang tidak terpikirkan sebelumnya menjadi sebuah ilmu dan motivasi untuk kedepan. “Saya semakin yakin, jika lulus SMK nanti, harus melanjukan kuliah dan berusaha untuk dapat bekerja. Karena Pak HT juga melakukan itu, bekerja sambil kuliah dan memiliki jiwa untuk maju modal untuk sukses,” ujarnya. ( Shabrina Arifah Endrawan )