IKA UNPAD DAN IKA ITB GELAR SALMAN DAYS OUT PICNIC, SATU BUMI SATU CINTA

151

OPININEWS.COM, BANDUNG — Berbagai daerah di Jawa Barat dihantam banjir. Banjir bandang terjadi di Kabupaten Garut, Sumedang, Pangandaran, Sukabumi, hingga yang terjadi di kawasan Pasteur, kota Bandung, banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung, diantaranya Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Bojongsoang dan Rancaekek.

Masjid Salman ITB, sebagai masjid yang peduli keberlangsungan lingkungan hidup, memandang perlu adanya pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan. Inilah yang melatarbelakangi diadakannya Salman Days Out Picnic “Satu Bumi, Satu Cinta”,  Minggu (6/11/2016) mendatang.

Ketua Pelaksana Salman Days Out Picnic (SaDOP), Tristia Riskawati, kepada OPININEWS.COM, di Bandung, Kamis (3/11/ 2016),  mengatakan, kegiatan rutin ini diadakan setiap satu bulan sekali ini merupakan wujud cinta Masjid Salman ITB kepada bumi.

“Saya berharap SaDOP kali ini dapat memperkenalkan kepada masyarakat luas jika cinta pada bumi tak hanya sekejap. Butuh upaya berkelanjutan, penuh kesabaran untuk merawat bumi,” tuturnya,

Days Out Picnic dirancang untuk mengedukasi masyarakat akan pelestarian lingkungan, bentuknya kegiatan  Pasar Sayur Murah dan Edukasi Ketahanan Pangan

 Tristia memaparkan, masyarakat perlu mengetahui pentingnya mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan organik. Karena pertanian yang menggunakan bahan-bahan kimia meski lebih cepat menghasilkan panen, hasilnya merusak tubuh manusia. Belum lagi rantai makanan yang terputus, karena hewan-hewan seperti tikus dan serangga dibasmi secara tak wajar sehingga menimbulkan ketidakseimbangan alam.

“Kami ingin memaparkan bagaimana pertanian jenis ini merupakan bagian dari ketahanan pangan warga melalui Pasar Sayur Mayur interaktif,” terangnya.

Di sisi lain, dalam rangka peduli korban bencana banjir, Masjid Salman mengadakan pula Penggalangan Donasi Bantuan untuk Korban Bencana di Jawa Barat. Hasil kegiatan sebesar  60% hasil udunan akan digunakan untuk membantu korban pascabencana di Jawa Barat melalui Ikatan Alumni (IA) ITB Jabar dan Ikatan Alumni (IKA) Unpad. Sedangkan 40% akan dipakai untuk program edukasi ketahanan pangan Satu Bumi, Satu Cinta dan juga santunan anak yatim.

Tristia berharap, acara ini dapat menggemakan prinsip bahwa membantu korban bencana buka soal mengirim pakaian bekas dan sembako belaka. Tetapi juga bagaimana mencegah bencana tersebut tak hadir lagi. “Makanan organik tak hanya sekadar lifestyle,namun makanan berbasis pertanian organik adalah salah satu cara ampuh dalam mempertahankan keseimbangan lingkungan,” jelas dia. ( Saufat Endrawan ).