ADJAT SUDRAJAT: “KOTA DAYEUHKOLOT TERANCAM TENGELAM DAN TERGERUS KE SUNGAI CITARUM JIKA KOTA BANDUNG BUAT TOL AIR”

216

OPININEWS.COM. BANDUNG – Wilayah Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, terancam akan tenggelam dan tergerus ke Sungai Citarum, akibat meluapnya Sungai Citarum, jika Bupati Bandung Dadang M Naser menyetujui keinginan Walikota Bandung, Ridwan Kamil membuat Tol Air.

Hal ini diungkapan Camat Dayeuhkolot, Adjat Sudrajat, kepada  OPININEWS.COM, di Bandung, Minggu (13/11/2016). “ Saya berharapa kepada Pak Bupati, untuk meninjau ulang  keinginan Pak Ridwan Kamil, untuk menghadang banjir di Kota Bandung, membuat Tol Air. Jika itu terjadi, selain akan terendam, namun juga warga, rumah dan tanahnya akan tergerus ke Sungai Citarum,” kata Adjat.

“Saya juga berharap, kajian buat Tol Air tersebut, ditinjau ulang. Jangan sampai air berasal dari Kota Bandung, melimpas ke Kecamatan Dayeuhkolot. Bisa dibayangkan gerusan airnya,” ungkapnya.

Jika boleh beri saran kepada Pak Bupati, tutur Adjat, ada beberapa yang bisa dilakukan untuk hindari banjir. Diantaranya, lakukan penyodetan curug jompong, atau buat terowongan di curug jompong. Atau buat lingkar curug jompong.

“Kebijakan pemerintah pusat untuk tangani banjir di kabupaten Bandung, hanya rotarika saja. Jika ketiga cara itu tidak dilaksanakan, jangan harap banjir bias terselasaikan,” jelas Adjat.

Sementara itu, Bupati Bandung, Dadang M Naser, mengakui, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan penanggung jawab Sungai Citarum, BWWS Citarum, adanya keinginan dari BBWS untuk membuat terowongan di Curug Jompong, untuk tangani banjir di kabupaten Bandung. “Namun entah kapan pelaksanaan proyeknya,” tegas Dadang.

Lebih jauh Dadang berharap penanganan banjir harus melakukan koordinasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provins Jabar, BBWS Citarum, PTPN VIII dan Perhutani, bagaimana gunung yang gundul harus dihijaukan kembali. ( Saufat Endrawan )