BUPATI BANDUNG DESAK PU BINA MARGA DATA POHON YANG RAWAN TUMBANG

189
Kasatpol PP Kabupaten Bandung, Usman Sayogi, dampingi Bupati Bandung, Dadang M Naser. (foto/ saufat endrawan/ opininews.com)

OPININEWS.COM, BANDUNG – Lambatnya penanganan dan pendataan pohon yang rawan tumbang di wilayah Kabupaten Bandung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Bandung, membuat Bupati Bandung, Dadang M Naser kesal, Senin (19/12/2016)

Kekasalan tersebut, karena akibat tumbangnya pohon yang terjadi di ruas jalan raya Soreang – Kopo, Margahayu telah menimpa pengendara roda dua hingga tewas bulan yang lalu. Sementara, hari Kamis kemarin, di jalan Raya Laswi, Baleendah, Kabupaten Bandung, pohon yang tumbang menimpa dua pengendara roda dua, yang tengah mnelintasi jalur tersebut.

Akibat kejadian tersebut, dua pengendara roda dua Jajang dan Cecep dilarikan ke Ruang IGD Rumah Sakit Al Ihsan, Baleendah, karena alamai kritis, patah tulang kaki dan patah pada bagian leher. Sementara dua kendaraan yang dikendarai mereka hancur. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Namun, akibat kejadian tersebut perekonomian warga lumpuh, karena timbulkan kemacetan kendaraaan hingga belasaan kilometer di ruas jalan Majalaya, Ciparay, Baleendah dan Bojongsoang.

“Saya tegaskan kepada kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bandung, untuk segera menebang dan mendata pohon-pohon di jalanan yang sudah tua dan terancam tumbang. Jangan sampai ada kejadian pohon tumbang kembali menimpa pengendara di jalanan,”tegas Bupati Bandung, Dadang M Naser, di masjid Al fathu, Soreang, kabupaten Bandung, kemarin.

Bupati juga berharap, PU Bina Marga, segera menanam kembali pohon yang baru. “Banyak laporan dari warga, di sepanjang jalan raya di Kabupaten Bandung, banyak  pohon  yang sudah tua dan rawan tumbang. Apalagi, cuaca saat ini banyak angin dan hujan.

Dadang juga berharap kepada warga, jangan sekali kali berusaha untuk merusak pohon yang masih berdiri tegak dan kokoh. “Karena ada juga laporan yang masukm beberapa warga sengaja merusak pohon dan membakar agar pohon agar pohon tumbang, karena lahannnya akan digunakan untuk mereka berdagang. Hal ini menyalahi aturan dan bisa ditindak,” tegas Dadang. ( Saufat Endrawan )