Bupati Bandung tak Segan Copot Pejabat Nakal

0
296

OPININEWS.COM, BANDUNGBupati Bandung, Dadang M Naser, sempat marah saat memberikan pengarahan terhadap 204 pejabat eselon 3 b dan eselon IV strategi di lingkungan Pemkab Bandung, yang baru dilantik di Gedung Muhamad Toha, Soreang, kabupaten Bandung, kemarin.

Wajar bupati marah, karena disaat kepemimpinanya ingin menciptakan PNS yang bertanggung jawab, disiplin dalam melaksanakan tugas yang profesional, dan hormat kepada atasannya, namun mereka sibuk bermain handphone, ketiduran dan tidak konsentrasi serta satusama lain mengobrol, disaat diberikan pengarahan.

Padahal pengarahan yang diberikan terhadap mereka oleh Bupati Bandung, Dadang M Naser, adalah panduan dan bekal serta saran cara memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Bandung, yang telah mengaji mereka dengan membayar pajak.

“Saya harap kalian yang baru dilantik harus konsentrasi, dan memperhatikan saat saya sedang memberi pengarahan. Karena saya lihat, ada beberapa pejabat yang tidak konsentrasi, ketiduran saat diberikan pengarahan. Harusnya, kalian serius dan bersyukur dapat dilantik. Masih banyak pejabat lain yang tidak masuk dalam pelantikan kali ini,” tegas Dadang.

Dadang juga tidak akan segan untuk mencopot jabatan mereka kapan saja, jika tidak bisa bekerja untuk rakyat.  Silahkan jika anda keberatan mem PTUN kan saya. Saya tidak takut, yang saya takutkan jika dilaporkan tindakan pidana,” tegasnya.

Seiring dengan dilantiknya 204 orang Pejabat Eselon 3b dan eselon IV strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung, Dadang pada tahun 2017 akan memberikan  reward and punishment kepada Aparatur Pemerintah Kabupaten Bandung khususnya para pejabat.

“Pelantikan ini harus dijadikan tantangan pembangunan, dalam upaya peningkatan pelayanan dan kepercayaan masyarakat. Saya akan berlakukan reward and punishment bagi aparat yang kinerjanya buruk. Pengangkatan ini akan ditinjau selama 6 bulan,  jika setelah ada pejabat yang bekerja buruk, maka akan ditangguhkan pengangkatannya,”ucap Dadang Naser, Kepada OPININEW.COM, di Bandung.

Bupati menginginkan para aparat  bekerja dengan inovasi dan tidak asal – asalan.  Dia berharap aparat bisa menunjukan kualitasnya melalui kinerja pelayanan maksimal.

“Anda dipilih sebagai pengemban amanah  berdasarkan kompetensi. Aparat harus memiliki kemampuan tersendiri dan selalu mengukur maju progres kinerja untuk meningkatkan kualitas pengabdian pada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam menjalankan kebijakan khususnya yang berhubungan dengan pelayanan pada masyarakat, Dadang meminta agar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tepat sasaran untuk pembangunan. Sementara, perjanjian dan progress kinerja yang dilakukan para pejabat dengan kepala daerah melalui pakta integritas, harus sesuai.

“Perjanjian kinerja harus sesuai dengan progres di lapangan. Jangan ada anggaran pemerintah yang tidak tepat sasaran, jangan ada juga aparat yang seenaknya apalagi makan gaji buta, pungkas Dia.

Untuk tindakan selanjutnya, Dadang meminta kepada Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) agar mengusulkan atau mencari regulasi tentang tindakan penurunan jabatan untuk para pejabat setelah diberikan demosi (hukuman).

“Saya minta kepada BKPPD agar dicarikan regulasi tentang penurunan jabatan untuk pejabat yang bermain-main dengan jabatannya. Apalagi melakukan Korupsi. Langsung diturunkan jadi staf,” imbuh Dadang.

Pada kesempatan itu, Dadang mengaku pembahasan untuk pemetaan jabatan cukup alot, namun   pihaknya memastikan bahwa  ini tidak akan menurunkan kualitas pelayanan. Hanya berpengaruh pada penggajian, kata dia. ( Saufat Endrawan )


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here