Bupati jadi Motivator bagi Pelaku UKM di Kabupaten Bandung

254

OPININEWS.COM, BANDUNGAda tiga yang menghambat perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), di Kabupaten Bandung. Tiga hal tersebut, akses pembiayaan permodalan, kemampuan berinovasi dan pemasaran produk. Jika UKM ingin maju, tiga masalah tersebut harus segera dipecahkan bersama melalui koordinasi dan kerjasama dengan beberapa pihak, seperti keterlibatan Universitas dan pihak perbankan.

Hal ini diungkapkan Bupati Bandung, Dadang M Naser, kepada opininews.com, usai menjadi motivator kepada ratusan pelaku UKM, pada acara sinergitas pengelolaan UKM se Kabupaten Bandung, yang digelar di Gedung Mochamad Toha, Soreang, Bandung, Rabu (25/1/2017).

“UKM sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat, perlu difasilitasi dengan baik. Kedepannya harus dibentuk paguyuban, sebagai wadah penampung kreativitas, inovasi dan aspirasi pelaku UKM di Kabupaten Bandung, “tegas Bupati

Berdasarkan data dari Badan Pusat Satistik (BPS) Kab.Bandung, lanjut Dadang, angka pengangguran di tahun 2016 mencapai 4,0% dari sebelumnya 8% (tahun 2015), artinya ada penurunan lanjut Dia. Hal itu salah satunya disebabkan karena aktivitas UKM yang cukup pesat.

“Investasi tahun 2016 naik 2 kali lipat di Kabupaten Bandung, dan mencapai 11 trilyun. Selain menurunkan angka pengangguran, peningkatan investasi dan aktivitas UKM ini menjadi salah satu indikator yang mempengaruhi naiknya Indek Pembangunan Manusia (IPM) dari aspek daya belinya ,” imbuh Dia.

Bupati berharap, dengan terbentuknya paguyuban UKM di Kabupaten Bandung, koordinasi, sinergitas dan solusi bagi setiap UKM bisa teratasi dengan baik. Menurutnya saat ini terdapat 3 permasalahan yang harus menjadi perhatian bersama, dalam mengembangkan perekonomian masyrarakat melalui UKM.

Pada kesempatn yang sama, Kepala Bidang Pengembangan dan Pembinaan UKM pada  Dinas Koperasi dan UKM, Usman Karyana mengatakan, anggaran fasilitasi UKM tahun 2017 di Kabupaten Bandung mencapai 1,5  Milyar. Menurut Dia, anggaran itu akan digunakan untuk beberapa kegiatan.

“Dana Rp 1,5 milyar untuk fasilitasi UKM, akan digunakan untuk kegiatan pelatihan dan pembinaan, fasilitasi kebutuhan legalitas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta penerapan UKM digital, kerja sama dengan salahsaatu universitas di Bandung,” tegas Usman. ( Saufat Endrawan )