Pemkab Bandung Akan Hadapai Tantangan Dampak Pengoperasian Jalan Tol Soroja

312

OPININEWS.COM, BANDUNGBupati Bandung, Dadang M Naser berharap pembangunan jalan Tol Soreang – Pasirkoja (Soroja) yang menghubungkan Kota Bandung dan kabuoaten Bandung, selesai bulan April 2017. karena jika tidak selasai April mendatang yang akan rugi kontraktor akan kena fenalty atau bayar denda kepada pemerintah pusat atas keterlambatan proyek yang dikerjakannya.

Persiapan Pemerintah Kabupaten  Bandung dalam pengoperasian Tol Soroja, masih dalam proses estimasi untuk pembukaan pada April mendatang. Estimasi dampak Tol Soroja, tentunya akan mempengaruhi berbagai sektor, khususnya akses transportasi

“Estimasi dampak tol Soroja akan mempengaruhi akses transportasi, khususnya wilayah selatan. Jalur transportasi yang semula dua jalur, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), akan dibuat satu jalur dengan membuat jalan baru, apalagi jalur wisata” jelas Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira, MP, kepada opininews.com,  di ruang kerjanya, Selasa (31/1/2017).

Sebagai solusi kemacetan, akses tol Soroja ini menurut Sofian akan menghemat waktu perjalanan lebih cepat dan efisien. Berbagai kemungkinan harus diperhitungkan. Mulai dari bidang perencanaan tata ruang wilayah, perhubungan, perekonomian, pariwisata, perizinan, infrastruktur dan dari segi sosial masyarakat.

Dari segi perencanaan pembangunan, Sofian menjelaskan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang akan difokuskan saat ini, mengarah pada tata ruang wilayah Kecamatan Soreang, Kutawaringin, Katapang dan Margaasih.

“RTDR ini akan fokus mengelola 4 Kecamatan yakni Sorang, Kutawaringin, Katapangan dan Margaasih. Untuk penataan kawasan siap bangun (Kasiba) Jatisari di Kutawaringin diperkirakan bisa menampung sekitar 6000 unit rumah,” jelas dia.

Selain itu kata Dia, akan ada juga penataan di pertigaan jalan Warung Lobak, pengelolaan spot untuk transit di seputaran Masjid Al-Fathu, adanya pasar agro, pengembangan pusat informasi pariwisata dan pemilahan bangunan berizin.

Untuk ke depannya, lanjut Sofian sudah bisa dipastikan, volume kendaraan yang akan masuk ke Kabupaten Bandung, melalui jalur tol Soroja akan meningkat. Ia berharap,  jalan tol Soroja ini harus bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Penggunaan tol Soroja ini akan melibatkan masyarakat dalam beberapa aktivitas. Salah satunya pembangunan pasar agro. Dimana menurutnya para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) akan menjadi produsen dari produk-produk unggulan khas Kabupaten Bandung.

“Saya harap dampak positif akan terasa juga manfaatnya di bidang perdagangan. Dari sektor peningkatan ekonomi masyarakat, produk unggulan UKM harus bisa dijual pada wisatawan,” ucapnya.

Sofian menegaskan, untuk lalu lintas tranportasi jalur tol dan sekitarnya akan diatur lebih ketat. Masyarakat diminta agar dapat bekerja sama sebagai pengguna jalan yang baik. ( Saufat Endrawan/ Zainal Fasad )