Tim Penilai Anugrah Pangripta Nusantara puji kesiapan Bappeda Kabupaten Bandung

429
Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Ir. H. Anang Susanto, M.Si dan Kepala Bappeda Kabupaten, Bandung Ir. H. Ernawan Mustika, M.Si , saat menerima tim penilaian tahap II Anugrah Pangripta Nusantara ketgori kabupaten/ kota tahun 2017, di Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Bandung, Kamis (2/3/2017). (foto/saufat endrawan/opininews.com)

OPININEWS.COM / BANDUNG – Sebagai Perangkat Daerah (PD) yang melakukan perencanaan bagi pembangunan,Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung, telah lolos satu tahap seleksi untuk meraih Penghargaan Anugerah perencanaan pembangunan terbaik di tingkat nasional atau Anugrah Pangripta Nusantara (APN).

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung, Sofian Nataprawira, kepada opininews.com, di Bandung (2/3/2017) mengatakan, mengejar Pengharagaan Pangripta Nusantara, harus dijadikan motivasi untuk meningkatkan pembangunan. Bukan hanya penghargaan semata, tapi fokus terhadap pertumbuhan pembangunan daerah dan masyarakat.

“Pangripta Nusantara ini bukan sekedar penghargaan. Saya harap ini akan dijadikan motivasi baik bagi PD ataupun masyarakatnya sendiri. Karena sebuah perencanaan pembangunan, dihasilkan melalui masukan semua pihak, termasuk di dalamnya terdapat hasil pemikiran dan usulan masyarakat juga,” ungkap Sofian pada acarapenerimaan Tim Penilai Pangripta Nusantara di Aula Bappeda Soreang.

Terpilihnya Kabupaten Bandung untuk penilaian ini kata Sofian, merupakan kebanggan tersendiri, apalagi sebelumnya pada tahun 2015 Bappeda mendapatkan APN ke 2 kategori Kabupaten di Jawa Barat (Jabar). Dan pada tahun 2016 meraih dua penghargaan sekaligus.

“Tahun 2016, Bappeda dinobatkan sebagai terbaik I Anugrah Satu data pembangunan Jabar kategori Kabupaten, dan sebagai Inovasi Terbaik III tingkat Jabar 2016. Dan jika tahun ini menjadi juara I APN, tentu akan menambah kebanggan kita sebagi prestasi yang perlu diapresiasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Bandung Ir. Ernawan Mustika.,M.Si menuturkan, pada penilaian kali ini lanjut Sofian, akan memfokuskan pada 5 proses verifikasi, yakni perencanaan teknokratis atau metode berbasis keilmuan secara ilmiah, perencanaan bottom up yang merupakan perencanaan awal dilakukan di tingkat paling rendah. Sedangkan perencanaan top-down atau perencanaan yang lebih spesifik di tingkat bawah oleh instansi.
“Perencanaan politis juga menjadi salah satu yang dinilai. Ini merupakan pendekatan yang dilakukan dengan menterjemaahkan visi misi Kepala Daerah ke dalam dokumen perencanaan pembangunan bersama dengan DPRD, juga di dukung dengan adanya inovasi dala menyusun perencanaan dan hasilnya,” pungkas Dia.

Sementara Ketua Tim Penilai Utama APN dari Pusat Data dan Analisis Pembangunan Provinsi Jabar H.E Agus Ismail, mengapresiasi kesiapan Bappeda menjelang APN. Pihaknya juga akan memberikan fokus penilaian pada peningkatan mutu standar, karakteristik data terintegrasi selama musrenbang hingga menjadi dokumen perencanaan.

“Sejauh ini, kami mengapresiasi kesiapan Bappeda Kabupaten Bandung. 6 kompetitor akan bersaing dalam APN ini, dan tentu saja kapasitas Sumber Daya Perencana juga akan menjadi penilaian selain proses verifikasi penilaian,” ucap Agus.

Ketua DPRD yang juga hadir dalam penilaian tersebut, mengungkapkan, selama ini dalam rencana pembuatan RKPD 2017, di Kabupaten Bandung, banyak melibatkan masyarakat. “Ini terbukti dalam setiap Musrembang yang dilakukan oleh DPRD dan eksekutif warga antusias untuk hadir. Artinya, masyarakat dilibatkan dalam pembangunan di kabupaten bandung,” jelas Anang. ( Saufat Endrawan )