PBFC tak Gentar Hadapi Persib Meski Ditekan Ribuan Bobotoh Asal Tak Anarkis

215

OPININEWS,COM / BANDUNG – Puluhan ribu bobotoh Tim Maung Bandung Persib sejak Minggu (5/3/2017) pagi  berburu tiket pertandingan Semifinal Leg II piala Presiden di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, kabupaten Bandung.

Botoh yang ngantri ada yang tak sadarkan diri dan jatuh, akibat berdesakan sejak pagi tadi. Mereka dievakuasi oleh petugas Polres Bandung,  ketempat yang lebih aman. Yang ngantri tiket juga banyak anak kecil.

Bobotoh Persib, Sandra (25), kepada opininews.com, mengakui, antrian untuk mendapatkan tiket tak tertib, karena manajemen Persib yang kurang professional.

“Seharunya, menjual tiket jangan dadakan. Dan kenapa haarus antri di Stadion, jadi beniliah jadainya. Banyak anak yang terinjak dan terjatuh,” jelas dia.

Saat dijamu Persib Bandung pada leg kedua Piala Presiden 2017 yang akan digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang,  Kabupaten Bandung,  Pelatih PBFC, Ricky Nelson.  Mengaku timnya mampu mememangkan pertandingan ini.

“Kemenangan 2-1 pada leg pertama di Stadion Segiri, Samarinda akan menjadi modal berharga bagi timnya,” ungkap dia

Ditegaskan,  datang  ke Bandung, ingin mengukir sejarah baru di Piala Presiden. Untuk menaklukan  Persib Bandung., dihadapan ribuan pendukungnya.

Diakuinya, Persib punya kecepatan, determinasi sangat tinggi yang membuat mereka berbeda sekali jika  main di Kandangnya. Karena dukungan puluihan ribu pendukung akan menambah kekuatan tim.

Ricky juga menyadari pertandingan melawan Persib tidak akan berjalan mudah. Apalagi, Persib mempunyai pelatih yang berpengalaman, dan tentunya Djadjang Nurdjaman sudah menyiapakan startegi jitu untuk menghadapi timnya, kjarena pertandingan ini hidup mati dalam turnamen ini.

Diyakininya, timnya akan  mendapat tekanan dari puluhan ribu bobotoh yang dipastikan hadir di stadion si Jalak haraupat, namkun hal ini, lanjut dia  tidak akan menjadi kendala bagi para pemain karena sudah terbiasa melakoni pertandingan ketat.

“kita akan bermain apik, sepanjang tidak ada tindakan anarkis dan melanggar peraturan,” tuturnya. ( Saufat Endrawan )