IFIC Momen DPR Mengkritisi Buruknya Kinerja Pemerintah Memajukan Iklim Wirausaha

188

OPININEWS.COM / JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal menilai regulasi di Indonesia belum kondusif untuk menciptakan pengusaha baru. Sehingga, perlu untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang benar dalam rangka untuk memajukan iklim wirausaha di Indonesia.

“Pengusaha Indonesia hingga kini  di angka 1,65% dari jumlah penduduk, angka ini jauh dari ideal, rata-rata ASEAN ada di angka 4%. Regulasi kita harus membuat jumlah pengusaha meningkat” tegas Refrizal,  kepada opininews.com,  di sela-sela acara  Indonesian Future Investment Conference (IFIC) 2017 di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Kekhawatiran akan kondisi wirausaha di Indonesia, terutama UMKM, membuat Refrizal mengusulkan munculnya RUU Kewirausahaan Nasional di DPR.

Refrizal mendorong agar regulasi harus mendukung kemudahan berusaha. Berdasarkan data 2014 dari Global Entrepreneurship and Development Index, Indonesia berada di peringkat 68 dari 121 negara dalam hal iklim Kewirausahaan.

“Ini menunjukkan bahwa masih besar peran yang harus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki iklim kewirausahaan di Indonesia,” tutur salah satu inisiator RUU Kewirausahaan Nasional  DPR RI ini.

Di sisi lain, Refrizal juga mendorong agar para wirausahawan di Indonesia memiliki mindset positif untuk mencari peluang baru dan mendobrak kebuntuan.

“Seorang pengusaha adalah seorang yang pintar mencari peluang, seorang yang mempunyai mindset untuk mendobrak kebuntuan. Dia mampu mencari celah kemana harus bergerak, seandainya tidak ada celah pun, seorang entrepreneur akan mencari akal bagaimana membuat celah kesempatan,” tegas pengusaha yang mengawali bisnisnya dari berjualan ikat pinggang di kampus UIN Jakarta ini.

Sehingga, jelas dia, pembinaan bagi wirausahawan pemula ada sebuah keniscayaan. Semakin banyak kalangan pengusaha maka akan semakin besar efek penggandanya (multiply effect).

“Peran pemerintah yang harus diperhatikan adalah soal pembinaan bagi pengusaha pemula dan yang belum akrab dengan dunia perbankan (bankable). Sekelas Messi pun, orang yang sangat berbakat di sepakbola butuh untuk di bina. Seandainya Messi tidak di bina dengan benar, pasti kita tidak akan mengenal Messi sebesar saat ini. Begitu juga dengan pelaku usaha, pemerintah harus serius dalam hal ini,” papar wakil rakyat asal Sumatera Barat ini.

Acara IFIC 2017 berlangsung selama dua hari tanggal 7-8 Maret 2017 di Gedung Smesco, Jakarta.

Acara dihadiri oleh 700  peserta yang kebanyakan berasal dari kalangan pengusaha muda. Selain conference, acara juga berupa exhibition produk-produk UMKM dan mitra binaan IFIC, gathering wirausaha dan awarding bagi tokoh-tokoh atau instansi yang berkontribusi terhadap tumbuh kembangnya dunia usaha di Indonesia. Acara didukung oleh HIPMI dan Kementerian Koperasi dan UMKM. ( Saufat Endrawan )