Massa Dukung Berdirinya Pabrik Semen di Rembang

265
Warga Rembang Pendukung Pabrik Semen Indonesia di Rembang Berunjuk Rasa di depan Istana

OPININEWS.COM/Jakarta – Ratusan massa tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Rakyat (Ampera Jakarta) bersama Laskar Brotoseno (Warga Rembang Pendukung Pabrik Semen Indonesia di Rembang) berunjuk rasa didepan Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/3).

Dalam aksinya, mereka mendukung berdirinya Pabrik semen di Kab. Rembang Jawa Tengah.

“Untuk kesejahteraan rakyat Rembang dukung Semen Indonesia,” ungkap Koordinator aksi Donny saat berorasi.

Lebih lanjut, Donny membeberkan cara-cara baru upaya adu domba dengan menggelar aksi cor kaki di depan Istana Negara. Kata dia, ini merupakan episode baru untuk mengadu domba pemerintah dalam kasus pembangunan pabrik semen Rembang.

“Pemerintah sudah saat nya memberhentikan upaya tekanan halus untuk merusak investasi dan produksi strategis yang dilakukan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan klaim lingkungan dan warga lokal,” ungkap Donny.

Menurut dia, semua klaim yang dituntut oleh kelompok Samin untuk menghentikan pembangunan pabrik semen Rembang milik BUMN SI dinilai sudah tidak valid sangat mengada-ada ditinjau dari semua dimensi pengukuran apapun. Secara social, kata dia, masyarakat ring satu yang terdiri dari 6 Desa, secara kompak 94% menyatakan sangat terbantu oleh keberadaan pabrik semen tersebut.

“Secara ekologis lingkungan semua argument dan klaim kelompok Samin tidak valid,” sebut dia.

Donny juga menuding mereka juga bukan warga Rembang. Apabila Presiden maupun lingkaran pembisiknya masih menanggapi demo ini, maka petaka investasi dan ekonomi yang tidak perlu akan datang. Termasuk juga pemerintah akan kehilangan kredibilitas yang saat kini mulai membaik.

“Jangan lihat ke belakang lagi, dan disibukan dengan permainan segelintir orang tersebut,” bebernya.

Makin berlarut, kata dia, maka negara makin besar dirugikan karena penguasaan pangsa pasar semen akan makin digenggam oleh asing. Pemerintah akan habis waktu untuk mewujudkan amanat Nawacita dengan membangun dari pinggiran.

“Mulailah berdamai wahai kelompok kontra, karena sampai sekarang kalian tidak ada yang dirugikan,” tandasnya.

Selain berorasi, massa juga membentangkan spanduk dan poster nya bertuliskan “Semen buat pembangunan, bukan buat ngecor kaki, Teten bangun rumah pake semen, Jangan mau dibohongi putusan hakim yang menutup pabrik dan ojo mikir nasibmu dewe, nasibe wong rembang lebih penting”.