Bank BTN mampu Wujudkan Trisakti Nawacita Presiden RI Jokowidodo

277
Bank BTN eksis layani KPR bagi masyarakat, Rabu (14/3/2017). (foto/saufat endrawan/opininews.com)

OPININEWS.COM / JAKARTA – FSP BUMN Bersatu  menghadapai pihak yang melakukan kampanye hitam terhadap kinerja Bank BTN. Padahal, dari data yang dimiliki oleh FSP BUMN Bersatu.  Bank  tersebut telah melakukan  capaian  kinerja yang memuaskan.

“Sangat miris dan kecewa,  jika ada sejumlah pihak yang mencoba  melakukan kampanye hitam terhadap kinerja Bank BTN dengan data data yang tidak tepat,” ujar Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Arief Poyuono.SE  dalam siaran pers yang diterima redaksi opininews.com, di Jakarta,  Rabu (14/3/2017).

Menurut Arief, tuduhan miring itu jauh dari panggang api sebab Bank tersebut telah  mampu melaksanakan Trisakti Nawacita  Presiden,  Joko Widodo untuk  mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik, telah direalisasikan oleh Bank BTN sebagai Bank Milik Rakyat dengan mendukung penuh kepemilikan hunian bagi masyarkat menengah dan bawah baik hunian yang berupa Rumah susun maupun rumah bersubsidi

“Buktinya,  Bank BTN dimana penyaluran kredit BTN berhasil  mencatatkan kenaikan sebesar 18,34% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp 138,95 triliun pada akhir 2015 menjadi Rp 164,44 triliun di Desember 2016,” tambahnya

Dengan  Posisi pertumbuhan Bank BTN tersebut lanjut Arief, membuat Bank BTN berada di atas rata-rata industri sejenisnya. Dimana berdasarkan  analisis Bank Indonesia terkait  Analisis Uang Beredar M2 menyatakan kredit perbankan nasional hanya naik 7,8% yoy pada Desember 2016.

Lebih jauh Arief, menjelaskan, Kredit di sektor perumahan untuk masyarakat kelas menengah dan bawah justru menjadi  penyokong utama kenaikan pinjaman di BTN. Artinya pemberian KPR di Bank BTN dinilai oleh Masyarkat sebagai bank yang paling mudah dan efisien untuk memiliki hunian bagi masyarkat.

Kredit yang menempati 89,97% porsi pinjaman di BTN ini, naik 18,43% dari tahun ke tahun yaitu dari Rp 124,92 triliun di akhir 2015 menjadi Rp 147,94 triliun di periode yang sama tahun lalu. Kemudian, pertumbuhan terbesar di segmen ini berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang naik 30,57% dari tahun Ke tahun yaitu  dari Rp 43,52 triliun pada akhir Desember 2015 menjadi Rp 56,83 triliun di Desember 2016.

“Ini bukti nyata kalau manajemen Bank BTN berhasil merealisasikan visi besar Trisakti -Nawacita Presiden Joko Widodo,” tgasnya.

Apalagi, pembiayaan KPR BTN itu diperuntukan untuk masyarakat menengah dan bawah telah memberikan dampak yang besar juga terhadap pertumbuhan Ekonomi pada sektor lainnya terutama sektor Industri UMKM yang produk produknya diperlukan untuk pembangunan hunian serta barang barang untuk mengisi Rumah jika dihuni ,seperti Industri mebel, Batako ,Pasir ,Kusen Kayu

“Jika mau jujur tahun 2015 dan 2016 merupakan tahun yang lesu bagi sektor Properti tetapi Bank BTN dengan strategi yang jitu mendukung pendanaan pembangunan hunian murah bagi masyarkat membuat sektor Properti menjadi Bangkit kembali,” cetusnya.

“Anggota kami banyak yang telah menikmati pula kredit KPR dari Bank BTN, jadi kami mempertanyakan motif pihak -pihak yang getol kampanye hitam kepada BUMN,”pungkasnya. ( Saufat Endrawan )