Purnama Pimpin Warga Cisondari Pasir Jambu Peringati Hari Air Dunia 2017

408
Camat Pasir Jambu, Purnama, Kades Cisondari, Rudi Wirasasmita, Kapolsek, danramil, tokoh masyarakat serta pengiat lingkungan sabilulungan peringati hari air dunia 2017, di Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Rabu (22/3/2017). (foto/saufat endrawan/opininews.com)

OPININEWS.COM / BANDUNG – Memperingati Hari Air Dunia tahun 2017, Camat Pasir Jambu, Purnama, membuka digelarnya Cisondari Word Water Day  (CWWD) 2017, yang digelar di Desa Cisondari, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung, Rabu (22/3/2017).

Kegiatan CWWD yang diprakarsai,  Wahana Lingkungan Cisondari (Walci) bersama kepala Desa Cisondari, Rudi Wirasasmita, mengajak elemen masyarakat, mulai dari Muspika, Camat, kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat serta budayawan turun untuk membangun desa, dan menjadi penggerak untuk menjaga lingkungan.

Mereka yang hadir dalam kegiatan CWWD ini, mengikuti kirab mitra lingkungan, “bakti k acai” turun ke aliran Sungai Cisondari, sambil menanam pohon agar lingkungan di bantaran sungai serta kelestariannya tetap terjaga.  Peserta yang hadri juga ikut menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet, sambil ber arung jeram/ tubing.

Camat Pasir Jambu, kabupaten Bandung, Purnama, kepada opininews.com, mengatakan, kegiatan ini juga disertai dengan melepas ribuan benih  ikan ke Sungai Cisondari.

“Dengan banyaknya ikan di Sungai, maka warga tidak akan merusaknya dan ekosistem air akan terjaga. Dan warga bisa berwisata dengan memancing. Dan jangan sampai sungai di rusak, karena akan merugikan warga sendiri,” tegas Purnama.

Pada kesempatan ini, Purnama juga mengajak kepada seluruh masyarakat di kabupaten Bandung, untuk menjaga aliran sungai, dengan tidak membuang sampah ke Sungai, jangan merusak hutan. Karena banjir yang terjadi, akibat rusaknya sungai, banyaknya sampah dan gundulnya hutan,” ujar Purnama, yang juga pengurus Perbakin.

Sementara itu, Kades Cisondari, Rudi Wirasasmita, mengakui, Sungai Cisondari, merupakan sumber air bersih bagi masyarakatnya juga masyarakat di desa lainnya.  Rencananya juga akan dijadikan sumber air bersih oleh perusahaan air PDAM Tirtaraharja Kabupaten Bandung,” jelasnya.

Namun saat ini, pihak PDAM Tirtaraharja belum memberikan rincian  dan penjelasan yang konkrit terrhadap masalah ini. “Kami masih menunggu kejelasan dari PDAM,” tandasnya.

Rudi juga mengakui, dalam program kerjanya, untuk menjaga lingkungan, diantarannya selalu mengajak masyarakatnya  membuang sampah pada tempatnya.

Warganya juga  dilarang buang sampah ke aliran Sungai Cisdondari. “Saya akan menciptkan sungai, bukan hal yang harus ditakuti, namun harus dijadikan tempat untuk beriwisata, sehingga dimana  ada jembatan di wilayahnya di cat dengan warna yang terang, bukan warna yang gelap,” ujarnya. ( Saufat Endrawan )