El Nino Ancam Wilayah Kabupaten Bandung pada bulan Juli 2017

309

OPININEWS.COM / BANDUNG – Forecaster dari BMKG, Jadi Hendarmin, kepada opininews.com, di Bandung, Kamis (23/3/2017) mengatakan, bencana hidrometeorologi pada saat ini rawan terjadi.

 

Dari hasil prediksi BMKG dan dari data klimatologis yang dirilis BMKG dari tahun 1981 sampai 2010 untuk wilayah Jawa Barat pada bulan Maret ini masih dalam kondisi musim penghujan. Untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, tutur, Jadi, puncak musim hujan terjadi di bulan November dan Maret, jadi wajar jika pada bulan Novoember dan Maret intensitas hujan lebih tinggi, namun dari press release BMKG sampai sejauh ini masih memonitor perkembangan dinamika atmosfir yang ada di wilayah Indonesia.

 

“Awal Maret kondisi suhu muka laut dengan atmosfir yang berada di Pasifik Tengah, lalu juga dengan adanya pengaruh indeks yang ada di wilayah barat Sumatera nampaknya masih dalam kondisi yang normal, sehingga potensi penambahan massa uap air khususnya di wilayah Bandung masih dalam kisaran normal,” papar Jadi.

 

Bulan Maret ini curah hujan di wilayah Jawa Barat dalam kisaran tinggi dan sangat tinggi karena berada dalam kisaran di atas 300 mm dalam satu dasarian nya (satuan waktu meteorologi, yang lamanya adalah sepuluh hari).

 

“Untuk bulan Juni, Juli, Agustus ada peluang el nino dalam kisaran lemah sehingga suhu muka laut di wilayah Jawa dan selatan Jawa akan mendingin dan berpotensi bulan September akan lebih kering dari biasanya,” lanjut Jadi.

 

Tahun 2015 terjadi el nino dalam skala lemah menengah hingga pengaruhnya di Indonesia kering, kemudian pada Tahun 2016 terjadi la nina dalam kisaran lemah sehingga pengaruhnya di Indonesia basa

 

“Hujan sepanjang tahun 2016 dan puncaknya telah terjadi di bulan Maret ini, untuk April peluang secara gradual ada sedikit penurunan sehingga potensi di bulan Mei untuk Jawa Barat pada umumnya akan memasuki awal musim kemarau, sedangkan untuk Bandung sendiri peluangnya (musim kemarau) terjadi di dasarian pertama bulan Juni,” terang Jadi.

 

BMKG, lanjut Jadi, masih memonitor dan akan selalu meng up date hasil monitoring ini dan akan share ke instansi terkait untuk mengantisipasi kebencanaan yang diakibatkan oleh bencana hidro meteorologi. ( Saufat Endrawan )