Kadis LH Akui Berat Tangani Sampah di Kabupaten Bandung

289
Tumpukan sampah di Dayeuh Kolot, kabupaten Bandung. (foto/saufat endrawan/opininews.com)

OPININEWS.COM / BANDUNG – Banyaknya sampah menumpuk  di hampir setiap titik kecamatan di Kabupaten Bandung, karena dinas yang mendapatkan tugas mengelola sampah Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bandung, sudah tidak mampu menanganinnya karena keterbatasan amarda angkut sampah dan ditutupnya Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Babakan di Arjasari.

Hal ini diakui oleh Kepala Dinas LH Kabupaten Bandung, Asep Kusumuah, dihadapan sejumlah wartawan, usai melaksanakan shalat Jumat di masjid Al- Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (24/3/ 2017).

“Tidak mampunya Dinas LH  mengangkut sampah yang berserakan dan menggunung, karena Kabupaten Bandung kekurangan armada sampah yang dimiliknya, serta tidak lagi memiliki  TPA Babakan, karena telah ditutup oleh masyarakat. Saat ini sampah di buang ke TPA Sari Mukti Kabupaten Bandung Barat (KBB,)” aku Kepala Dinas LH, Asep Kusuma, kepada opininews.com. di Bandung, Jumat (24/3/2017).

Kabupaten Bandung yang memiliki 31 kecamatan, saat ini hanya memiliki 80 unit armada truk sampah. Idealnya, harus memiliki ratusam truk sampah. “jadi mau bagaimana mungkin, bisa diangkut sampah yang menumpuk tersebut. Apalagi, TPA saja tidak punya. Jadi sulit tangani sampah di kabupaten Bandung,” tegas dia,

Keluhan Kepala Dinas LH, Asep  Kusumah mendapatkan sorotan dari berbagi elemen masyarakat, karena tidak sepantasnya tidak mampu tangani sampah, terus menyalahi kesana kesini. Jika begitu, kenapa bersedia dijadikan kepala dinas oleh Bupati Bandung, Dadang M Naser.

Dimana, saat dilantik, Bupati Bandung berpesan pejabat harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, dan jangan banyak mengeluh,

Kritikan datangnya dari  Ketua KPJB Jawa Barat, Lili Muslihat, menurutnya, masyarakat tidak butuh keluhan, namun butuh aksi nyata Kepala Dinas LH, tangani sampah.

“Kurangnya fasilitas silahkan sampaikan kepada pak Bupati dan DPRD, buka kepada rakyat. Karena rakyat juga tengah kesulitan ekonomi apalagi ngurusi pengadaan untuyk peralatan angkut sampah,” jelas Lili.

Saat ini ungkap Lili, Dinas Lingkungan Hidup, bekerja dan mengangkut sampah dititik-titik tumpukan sampah yang sering mendapatkan sorotan dari masyarakat, toko masyarakat dan media masa. Jika tidak tersentuh kritikan di biarkan seperti sampah yang menumpuk di Taman Kota sabilulungan Marga Asih, Jembatan Citarum Dayeuh Kolot serta Bale Endah. “Sampah diangkut dan dibersihkan setelah ada pemberitaan. Harusnya tidak seperti ini,” tandasnya. ( Saufat Endrawan )