4.800 Pilot Pesawat di Indonesia Berstatus Kontrak Kerja

0
135

OPININEWS.COM / JAKARTA – Sangat ironis, di Indonesia, untk menjadi pilot pesawat terbang seseorang selain pintah namun harus juga memiliki biaya cukup besar untuk pendidikannya.

Namun setelah lulus keahlian mereka kurang dihargai di Indonesia. Faktnya, sebagian besar pilot di Indonesia ternyata masih berstatus kontrak alias karyawan tidak tetap. Keadaan tersebut sungguh menjadi ironi dunia transportasi udara di Tanah Air.

Hal tersebut terungkap saat Rapat Dengar Pendapat dengan Ikatan Pilot Indonesia (IPI) di ruang rapat Komisi IX, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (25/4/2017) kemarin.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ahmad Zainuddin mengaku terkejut dengan kondisi pilot di dunia penerbangan Indonesia. “Ternyata sebagian besar pilot kita masih karyawan tidak tetap alias kontrak. Jumlahnya sampai 60 persen. Ini mengejutkan,” ujar Zainuddin, kepada opininews.com, di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Zainuddin mengatakan, saat ini jumlah pilot aktif di Indonesia mencapai sekitar 8.000 orang. Sebanyak 60 persennya atau sekitar 4800 pilot berstatus kontrak dengan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Masa kontrak pilot, lanjut dia, bervariasi mulai dari 2 tahun sampai 20 tahun. Hal tersebut bergantung dari masing-masing manajemen maskapai penerbangan.

“Cukup menyedihkan. Tidak bisa dibenarkan kontrak sampai bertahun-tahun. Pembenahan sistem transportasi udara kita ternyata tidak dibarengi dengan manajemen sumber daya manusia. Pilot menjadi faktor sangat vital dalam konteks keselamatan penerbangan. Sebab dari sekian banyak kasus kecelakaan pesawat, didominasi human error. Ini harus dibenahi,” imbuh Zainuddin.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jakarta Timur ini mendesak pemerintah untuk memperhatikan hak kesejahteraan para pilot sesuai UU No 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dan Kepmenakertrans No 100 tahun 2004 tentang ketentuan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu.

“Kami akan upayakan bicara dengan menaker. Profesi pilot ini bukan profesi musiman. Kenyamanan dan kesejahteraan profesi ini harus diperhatikan, supaya keselamatan penerbangan juga semakin baik,” pungkas Zainuddin. ( Saufat Endrawan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here