Enam Petugas BPBD Kab. Bandung Luka Berat akibat Kantor diguncang Gempa Bumi

272
Enam anggota BPBD Kabupaten Bandung luka parah akibat gempa yang mengguncang Kantor BPBD Kabupaten Bandung, di Soreang, Rabu (26/4/2017). (foto/saufat endrawan/opininews.com)
Assisten Bidang Pemerintah Kepala BPBD Kabupaten bandung beserta staf dan petugas lapangan peserta simulasi kesiapan penanggulangan bencana, di Komplek Pemkab Bandung, Rabu (26/4/2017). (foto/saufat endrawan/opininews.com)

OPININEWS.COM / BANDUNG – Suasana rapat berakkhir ricuh di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Rabu (26/4/2017). Kericuhan akibat gempa bumi berkekuatan cukup tinggi menguncang gedung berlantai dua ini.

 
Peserta rapat berebut berlari keluar gedung, untuk menyelamatkan diri. Sementara akibat guncangan atap bangunan, barang milik kantor berjatuhan.

 
Tidak hanya itu, karyawan yang tengah bekerja di ruangan masing-masing berlari meninhggalkan ruang kerja.

 
Namun saat mereka dikumpulkan dan didata dari 56 pegawai yang masuk kerja, saat dihitung oleh Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan hanya berjumlah 60 pegawai, artinya ada sekitar 6 pegawai terjebak didalam ruangan.

 
Akhirnya, Tim Rescue BPBD dengan menggunakan petalatan evakuasi kembali masuk ruangan, ternyata didalam ruangan dilantai baeah dan atas ditemukan 6 pegawai alami luka parah, tulang kaki patah serta ada tangan dan kepala luka sobek.

 
Namun yang mengerikan, seorang ibu hamil ikut terjebak dan terjepit antara kursi dan meja dan lemari yang jatuh akibat guncangan.

 
Dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh anggota rescue BPBD Kabupaten Bandung, dalam waktu 30 menit enam korban satu persatu berhasil di evakuasi.

 
Sementara itu, setelah melakukan penanganan dini, korban luka parah di bawa ke rumah sakit menggunakan ambulan.Untuk mengamankan pegawai, petugas dengan cepat mendirikan tenda darurat.

 

Beruntung bencana ini bukan kejadian sebenarnya, namun sebuah adengan yang telah dibuat skenarionya dengan matang, untuk simulasi kesiap siagaan petugas Rescue BPBD dalam menanggulangi bencana banjir, pergeseran tanah serta gempa bumi.

 

Melihat kesiagaan tim rescue BPBD Kabupaten Bandung, dalam penanganan bencana, Assisten Bidang Pemerintahan Kabupaten, Yudi H, berikan apresiasi dan memuji cara kerja mereka.

 

“Saat menyaksikan simulasi, para crew sudah memahi cara kerjanya masing-masing, dan siapa untuk apa, siapa mengerjakan apa SOP sudah jelas,” ungkapnya.

 

Dengan melihat kesigapan mereka, lanjut Yudi, perlu pemerintah memperhatikan kebutuhan peralatan kerja BPBD dan memperhatikan kesejahteraan petugasnya. “Karena tugas di lapangan untuk penanganan bencana cukup berat,” tandasnya.

 

Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan, mengakui Wilayah Kabupaten Bandung merupakan daerah rawan bencana banjir, pergeseran tanah dan gempa. Artinya, petugas BPBD harus terlatih dan siap siaga untuk penanganan dan evakuasi jika bencana alam mendadak terjadi.

 

“Simulasi ini merupakan cara yang tepat untuk mengetahui kesiapan petugas kami. Dan kesiapan petugas BPBD selain telah dicanangkan oleh menteri juga telah diatur oleh UU Kebencanaan,” jelas Tata.

 

Simulasi ini terdiri dari delapan adegan dengan melibatkan puluhan pegawai BPBD mulai dari staff hingga petugas lapangan. ( Saufat Endrawan )