Peserta Pawai Obor di Dom Sabilulungan Lapar Rebutan Makanan

254

Wartawan: Saufat Endrawan

OPININEWS.COM / BANDUNG – Sedikitnya 10 ribu warga Kabupaten Bandung terjun ke jalan untuk ikuti pawai obor menyambut tibanya tahun baru Islam, 2017, Rabu (20/9/2017) malam.

Namun pawai obor tingkat Kabupaten Bandung, yang di fokuskan di Dom Sabilulungan, Jalan Raya Al Fathu, Soreang, Kabupaten Bandung, diwarnai insiden yang memalukan, dimana ratusan anak-anak tinkat SD dan pesentren yang dikerahkan ikut pawai obor ini, rebutan makanan yang disediakan panitia, karena kehausan dan kelapara.

Peserta rebutan makanan, karena makanan yang disediakan panitia, tidak signifikan dengan jumlah peserta. Panitia hanya menyediakan konsumsi buat peserta dengan mendatangkan pedagang kaki lima dan pedagang yang biasa gunakan roda seperti tukang batagor, gehu dan bandros untuk melayani peserta. Dan tidak bisa melayami pesrta.

Akhitnya, banyak peserta tidak semuaanya terlayani, akhrnya kecewa dan banyak yang meneteskan air mata kecewa diwarnai rasa lapar.

Seorang peserta, Ridwan, Santri tingkat dasar kepada opininews.com, Rabu (20/9/2017) malam, akui ikut rebutan makan karena lapar, pawai sejak jam 16.00 hingga malam hari pasti lelah dan lapar, pas mau dapatkan makanan rebutan.

“Udah susah rebutan tidak kebagian, tangan kosong yah terpaksa pulang ke pesantren dengan perut lapar,” aku dia.

Kondisi memilikan imi terjadi kepada ribuan peserta lainnya.Kendati demikian Kapolsek Soreang, Kompol Ricard, akui kondisi dijalanan kondusif

“Meski ada kemacetan akibat adanya pawai obor, namun tetap kondusif,” jelas Ricard.

Selama kegiatan pawai obor berlangsung dan diakhiri dengan tablik akbar,  Kapolsek dan anggotanya dibantu petugas  Dinas perhubungan Kabupaten kompak menjaga jalur. ( sft )