Objek Wisata Kampung Batu Malakasari Gelar Nobar Film G 30/ S/ PKI

90
Ir. H. Waryo Syahruk, Pemilik dan Pengelola Objek Wisata Kampung Batu Malakasari, Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Wartawan: Saufat Endrawan

OPININEWS.COM / BANDUNG – Bukti kecintaanya kepada bangsa dan negara, serta menganggap sangat perlunya generasi muda untuk mengenal dan mempelajarinya sejarah. Pemilik dan Pengelola Objak Wisata Kampung Batu Malakasari, yang berlokasi di Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, menggelar Nonton Bareng (Nobar) film penghianatan G 30/ S/ PKI, Sabtu (30/9/2017).

Nobar yang digelar di Aula Komplek Objek Wisata Kampung Batu Malakasari ini, bekerjasam dengan Muspida, dan yang hadir nobar tersebut ribuan wisatawan dan pelajar, yang diundang secara gratis.

Nobar film G 30 /S/PKI di objek wisata ini merupakan yang pertama kali, karena biasannya nobar film ini digelar oleh pihak sekolah, pemda dan koramil. Sebelum film di putar diawali dengan penjelasan terkait film ini diputar dan makna dari film ini, karena kebanyakan yang hadir dalam nobar film ini adalah anak-anak dan para pelajar.

Pemaparan disampaikan oleh Pemilik Objek Wisata, Ir. H. Waryo Syahruk, Camat Banjaran, Drs. Cep Azis, M.Si, Danramil serta Kapolsek Baleendah, dilanjut dengan menyanyikan lagi kebagsaan, Indonesia Raya dan Halo Halo Bandung.


Waryo Syahruk, kepada opininews.com, di Bandung, Sabtu (30/9/2017) menuturkan, tujuan dari nobar film ini gratis kepada para wisatawan dan pelajar, karena sejarah kelam masa lalu perlu dipelajari oleh para generasi muda, agara mereka semakin meningkatkan kepercayaan kepada pemerintah dan harus tetap mempertahankan NKRI.

“Apalagi, rasa persatuan dan kesatuan saat ini mulai pudar, tugas kami-kami yang sudah dewasa untuk membangkitkan tasa nasionalisme kepada generasai muda yah salahsatunya dsengan memuta film G 30/ S/ PKI. Karena generasii saat ini juga hampir tidak paham, bahaya laten komunis.,” tandasnya.

Tidak hanya itu, di Objek Wisata Kampung Batu Malakasari ini, identik dengan objek wisata edukasi. Artinya, jelas Waryo, sangat tepat jika film tersebut di putar di aula kami, karena pemutaran film tersebut juga merupakana edukasi atau pelajaran sejarah bagi generasi muda.

Camat Baleendah, Cep Azis, mengakui sangat berterimakasih kepada Pak Waryo, yang telah menyediakan tempatnya untuk digunakan tempat pemutaran film sejarah ini. “Dengan diputarnya film ini, artinya semakin banyak generasi muda yang mengetahui sejarah kelam Indonesia, dan bagaimana bahaya laten PKI, karena hampir sebagian generasi di tanah air tidak tahu sejarah ini,” jelasnya.

Antusias para wisatawan dan pelajar menyaksikan film ini sangat terlihat, mereka serius menonton film hingga tamat, dan dari pihak pengelola objek wisata ini juga menyediakan cemilan dan minuman secara cuma-cuma bagi penonton. ( sft )