270 Desa di Kab. Bandung tahun 2017 akan Miliki WebSite yang Terintegrasi dengan Portal Desa Diskominfo

263
Kabid Layanan e-Government Diskominfo Kab. Bandung, Sandi Apriatna, S.STP perlihatkan website: Portal Desa Diskominfo yang sudah bisa di akses di handphone, di Bandung, Selasa (3/10/2017). (foto/saufat endrawan/www.opininews.com)

Penulis: Saufat Endrawan

OPININEWS.COM / BANDUNG – Seluruh desa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat,  dalam waktu dekat siap untuk Go Internasional. Hasil produksi mulai dari hasil pertanian, industri home KUKM, serta  budaya dan berbagai  muatan lokal yang dimiliki, diratusan desa, dapat  diakses oleh masyarakat internsional melalui jaringan internet

Untuk menuju ke arah tersebut, Diskominfo Kabupaten Bandung, akan fokus dengan kerja Sabilulungan untuk terus memberdayakan informasi yang berguna untuk masyarakat Kabupaten Bandung yang maju, mandiri dan berdaya saing, diantarannya dengan membangun web side desa.id, dengan berbasis sistem informasi desa (SID) yng akan terintegrasi dengan Portal Desa yang dibangun oleh Diskominfo Kabupaten Bandung.

Dari 270 desa yang ada di kabupaten Bandung, sudah  250 desa sudah terdaftar resmi secara online. Dari jumlah tersebut, 193 sudah terbangun website berbasisi SID.

Hal ini dituturkan Kepala Bidang (Kabid) Layanan e-Government Diskominfo Kabupaten Bandung, Sandi Apriatna, kepada opininews.com, di ruang kerjanya, di Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (3/10/2017).

“Dengan memiliki website di seluruh desa di kabupaten Bandung, maka segala informasi hasil produk masyarakat, dapat diperkenalkan kepada masyarakat desa hingga ke mancanegara, dan bisa dijadikan media untuk transaksi hasil produksi masyarakat dengan masyarakat lokal hingga mancanegara, dan akan berdampak kepada peningkatan perekonomian masyarakat desa,” jelas Sandi.

Selama ini,lanjut Sandi, berbagai keunggulan hasil produksi KUKM masyarakat desa sulit untuk dipromosikan karena lemahnya askses serta kurangnya informasi pemasaran. Dengan memiliki website desa.id, maka produk unggulan dapat dipromosikan melalui internet dan dapat di akses oleh masyarakat dunia.

Untuk kepentingan internal, dengan memiliki website desa.id, segala kegiatan dapat disosialisasikan di website tersebut. Dan dapat membantu kepentingan informasi publik terkait kebebasan masyarakat untuk mendapatkan informasi mulai darai laporan keuangan, serta kinerja aparat desa yang bersangkutan. Juga dapat dijadikan media sosialisasi program kerja pemerintah desa.

Pada tahun 2017 ini, target Diskominfo, lanjut Sandi, sebanyak 270 desa  di Kabupaten Bandung, sudah memiliki website, desa.id, yang terintegrasi dengan Portal Desa yang dimiliki Diskiminfo. Sehingga semua desa di Kabupaten Bandung sudah siap Go Internasional menghadapi era globalisasi.

Kendatai demikian, Sandi mengakui, untuk menuju ke arah tersebut, ada beberapa hambatan yang dihadapi, diantarannya permasalahan sumber daya manusia (SDM), pemahaman  fungsi website  dan transformasi manual ke by sitem kepada masyarakat. Serta masih kurang maksimalnya jaringan internet dibeberapa desa di kabupaten Bandung.

“Inilah sebuah tantangan yang harus dihadapi, demi mengembangkan informasi ke daerah. Karena target Diskominfo pada tahun 2018 seluruh website milik desa sudah on terintegrasi dengan Portal Desa Diskominfo, sehingga seluruh informasi desa dapat di akses dan terintegrasi secara maksimal. ( sft )