Erwin Rinaldi: Disperkimtan Kab. Bandung Bangun 45 Titik Sumur Dangkal untuk Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

128
Wakil Bupati Bandung, Gun Gun Gunawan, resmikan penggunaan sumur dangkal Disperkimtan di Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameumpeuk, kabupaten Bandung, Kamis (5/10/2017). (foto/saufat endrawan/www.opininews.com)

Penulis: Saufat Endrawan

OPININEWS.COM / BANDUNG – Bukti karya untuk masyarakat Kabupaten Bandung, kembali dipersembahkan oleh Disperkimtan Kabupaten Bandung.

Salahsatu bukti karya tersebut diantarannya  membangun infrastruktur prasarana air bersih bagi masyarakat Desa Bojongmanggu, Kecamatan Pameumpeuk.

Dimana sebelumnya, ratusan keluarga di daerah tersebut  kesulitan untuk mendapatkan air bersih karena faktor kondisi alam. Melalui program pengadaan bantuan sumur dangkal, masalah kesulitan air bersih dapat tertanggulangi.

Peresmian penggunaan sarana air bersih melalui program pengadaan bantuan sumur dangkal Disperkimtan tersebut diresmikan oleh Wakil Bupati Bandung, H. Gun Gun Gunawan,S.Si.,M.Si di RW 5 Desa Bojongmanggu Kecamatan Pameugpek, Kamis (5/10/ 2017). Selain pejabat dari Disperkimtan dan tokoh masyarakat, juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, H. Jajang Rohana.

Dalam sambutannya, Wabup mengatakan, peresmian ini menandakan bahwa sumur dangkal yang dibangun oleh Disperkimtan, sudah dapat digunakan secara penuh oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Peresmian ini sebagai wujud bantuan pemerintah Kabupaten  Bandung langsung kepada masyarakat, dalam hal ini Disperkimtan yang memiliki program pro kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam,” ucapnya.

Dengan telah berjalannya musim kemarau pada tahun 2017, untuk penggunaan  air baku tanah, Wabup  menghimbau pada perusahaan, agar pemilik  industri  yg melakukan pengeboran segera menyelesaikan perijinannya dengan dinas terkait.

“Adanya pengeboran air serampangan, berdampak mempengaruhi kuantitas volume air baku tanah disekitar rumah penduduk,” tegas Wabup.

Dengan keberadaan program sumur dangkal  air bersih ini tambahnya, akan sangat membantu masyarakat khususnya yang tinggal di daerah  yang rawan kekeringan juga sulit terjangkau air bersih.

“Kami mengajak elemen masyarakat, pemilik industri dan pemdes bersinergi  untuk masalah pembangunan sarana air bersih.  Agar kedepannya  tidak akan ada lagi masalah sosial. Jika ada pihak  swasta yang bisa membantu kami akan sangat menghargainya,” harap Gun Gun,  didampingi Camat Pameumpeuk Asep Suryadi.

Sementara Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan permukiman dan Pertanahan (Perkimtan),  Ir. Erwin Rinaldi.,M.Sc, kepada opininews.com,  menjelaskan, secara keseluruhan, pada tahun 2017, pihaknya sudah membangun sumur  dangkal di 45 titik/ desa diseluruh wilayah Kabupaten Bandung.

“Dalam pembangunannya jelas ada partisipasi masyarakat berupa hibah lahan, dengan harapan, setelah dibangunkannya sumur dangkal masyarakat dapat memanfaatkan, mengelola dan mengembangkannya, sehingga kedepan, lebih banyak masyarakat yg menikmati,” tandasnya.

Di wilayah desa Bojongmanggu, lanjutnya, pembuatan sumur dangkal baru pertama kali berhasil mengeluarkan air setelah 2 kali dilakukan pengeboran tahun lalu.

“Dengan kesadaran akan pentingnya program pembangunan sarana air bersih melalui pengeboran air tanah dalam, Pemerintah Kabupaten Bandung  dan didukung oleh pemdes, berupaya terus menambah anggaran untuk dapat menjangkau masyarakat di daerah sulit air yang lebih banyak,” jelas  Erwin.

Kepala Bidang Infrastruktur Permukiman Disperkimtan, Ir. Taufik Wahid Ariana, MT menambahkan, secara teknis, konstruksi sumur dangkal di bor dengan kedalaman 60 m, konstruksinya menggunakan pipa pvc 4″dan didukung daya listrik dengan  kekuatan 2.200 watt,  220 volt langsung penyambungan ke PLN.

Wakil Ketua DPRD kabupaten Bandung, Jajang Rohana, mengakui, memberikan apresiasi terhadap kinerja Disperkimtan. Karena selama ini, ada sebagian dinas yang banyak ekpose membuat program untuk rakyat miskin, namun program tersebut tidak bisa  bermanfaat bagi masyarakat.

“Program Disperkimtan ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat. Karena kebutuhan air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat, selain untuk memasak, cuci kakus, juga untuk kebutuhan ibadah,” jelas Jajang ( adv )