Ristadi: Meledaknya Pabrik Petasan Tewaskan Puluhan Buruh, Akibat Lemahnya Pengawasan Pemerintah

276

Wartawan: Saufat Endrawan

OPININEWS.COM / TANGERANG, – Pabrik petasan di Tanggerang, Banten, meledak. Buruh Indonesia berduka, ini merupakan salah satu tragedi kecelakaan kerja yg paling buruk sepanjang sejarah dunia kerja Indonesia. Menelan korban meninggal 47 buruh dan 43 buruh lebih alami luka bakar yg serius.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Nasioanal (KSPN), Ristadi, kepada opininews.com, di Tanggerang, Kamis (26/10/2017) mengatakan, tragedi ini menjadi penegasan kembali bahwa begitu lemahnya pengawasan keselamatan kesehatan kerja oleh pemerintah. Sekaligus menunjukan keterbatasan dan ketidakberdayaan asosiasi pengusaha juga serikat pekerja yg tak mampu menjangkau satu persatu ke tiap perusahaan di Indonesia dalam lakukan advokasi.

“Bayangkan dengan jumlah perusahaan se Indonesia sekitar 265 ribu perusahaan dg 124 juta lebih buruhnya. Sementara pemerintah hanya mempunyai pegawai pengawas sekitar 1.700 an orang. Disisi lain perusahaan yg masuk anggota apindo baru sekitar 14.000 an perusahaan dan buruh yg berserikat baru sekitar 2,8 juta buruh,” ujarnya,

kondisi ini, tegas Ristadi, yg menyebabkan tidak seimbang untuk bagaimana mengawasi perusahaan2 di Indonesia. Ini kelemahan kita semua, pemerintah, apindo dan serikat pekerja.

Hal ini, lanjut dia, diperparah dg sikap buruh yg enggan berserikat dan pengusaha yg males jadi anggota apindo.

“Bagi kami serikat pekerja, bagaimana mungkin kami bisa masuk mengadvokasi ke sebuah perusahaan, sementara diperusahaan tersebut buruhnya tidak berserikat ?,” tanya Ristadi.

Tragedi ini harus jadi pemantik kita semua stakholders ketenagakerjaan untuk secara serius memperbaiki semuanya, bukan hanya slogan retorika belaka. ( saufat )