H. Cecep Suhendar: Banjir Rancaekek Parah, Pemerintah Perlu Pikirkan Bangun Danau Buatan Untuk Tampung Air

346

Wartawan: Saufat Endrawan

Opininews.com / Bandung — Wilayah Bandung Timur Kabupaten Bandung, Jawa Barat, setiap hujan turun dipastikan terendam banjir, Rabu (22/11/2017).

Banjir yang terjadi akibat meluapnya anak Sungai Citarum, sebanyak 13 desa dan kelurahan diantarannya di Kecamatan Rancaekek terendam air hingga setinggi satu meter lebih.

Data yang dihimpun oleh Anggota DPRD Kabupaten Bandung, asal pemilihan Bandung Timur, H. Cecep Suhendar, banjir yang merendam perkampungan terjadi di Desa Sukamanah, Rancaekek Kulon, Jelegong, Bojong Loa, Haurpugur, Cangkuang, Linggar, Kencana, Bojong Salam, Rancaekek Wetan, serta Tegal Sumedang, dan wilayah lainnya.

Tidak hanya itu, jelas politikus asal Partai Golkar, Cecep, beberapa sekolah juga terendam, sebagian sekolah menghentikan aktiftas belajar mengajar demi keselamatan guru dan siswa.

Banjir akibat di wilayah Hulu Singai Cikeruh diterjang hujan lebat. Sehingga sungai tak mampu menahan debit air, hingga meluap. Akibatnya air meluap di Asrama Brimob dengan ketinggian 20-70 cm, Di Wilayah Bojongloa, Dangdeur, Bojong Pulus ketinggian air capai 30-120 CM dan hampir semua wilayah terendan mulai RW 01 hingga RW 07.

Cecep kepada opininews.com, Rabu (22/11/2017) di Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengatakan, banjir kian hari makin parah, pembangunan danau buatan untuk nampung air perlu dipikirkan oleh pihak berwenang

Sementara jumlah pengungsi, jelas Cecep di Kelurahan Kencana, korban banjir capai 345 kk dengan jumlah 1.764 jiwa.

“Saya atas nama warga Rancaekek berharap, Pemerintah Provinsi Jabar dan Pemerintah Pusat melalui BBWS Citarum segera tangani banjir. Proyek normalisasi belum jelas hasilnya. Bagaimana hasil dari pengerukan dan normalisisi Sungai Citarum, proyek normalisasi Sungai Citarum terus dilakukan, banjir malah sering terjadi,” tanya Cecep tegas.

Cecep berharap, adanya pembangunan danau penampung air, agar luapan air bisa tertampung. (saufat )