Ajat Sudrajat: Monumen Tekstil Majalaya Akan Segera Berdiri Megah

211
Camat Majalaya, Ajat Sudrajat, SH, M.Si perlihatkan gambar Monumen Tekstil Mjalaya yang tengah di Bangun di Alun-Alun Majalaya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. (foto/saufat endrawan/www.opininews.com)

Wartawan: Saufat Endrawan

Opininews.com / Bandung — Masa keemasan Majalaya menjadi Kota Dolar akan kembali dibangkitkan dimasa kepemimpinan Camat Majalaya, Ajat Sudrajat, SH, M.Si. Salahsatu upaya diantaranya dengan membuat monumen tekstil di Alun – Alun Majalaya, penataan sungai, pedagang kaki lima (PKL) serta trotoar dan masih banyak yang lainnya.

Hal ini dituturkan Ajat Sudrajat, kepada opininews.com, di Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (28/11/2017). “Kami akan menata Kota Majalaya, karena ingin menjadikaan desa-desa di Kecamatan Majalaya menjadi desa wisata industri tekstil. Karena Majalaya, sejak tahun 1951 merupakan Kota Industri tekstil dengan gelar Kota Dolar. Dan ini harus kita bangkitkan lagi,” jelas Ajat.

Salahsatu ciri khas, yang mempertegas bahwa Kecamatan Majalaya merupakan Kota Industri Tekstil Sarung terbesar di Jawa Barat, dengan membangun monumen tekstil di Alun – Alun Kecamatan Majalaya. “Di Alun – Alun Majalaya akan ditata, akan dibuatkan empat gerbang masuk, dimana disetiap gerbang akan ada monumen tekstil, berupa mesin tekstil tradisional peninggalan para pejuang industri tekstil masa lampau,” jelas Ajat.

Ajat juga berharap, masyarakat jangan merasa resah dan teranggu jika adanya penataan trotoar dan penertiban PKL, karena ini demi tertatanya Kota Majalaya, agar terciptanya Kota Majalaya menjadi Kota Wisata Industri Tekstil.

“Kota Majalaya sudah layak menjadi Kota Wisata Industri Tekstil Sarung, karena hampir disetiap desa memiliki indutsri sarung. Dan ini salahsatu upaya mendukung program Bupati Bandung, Pak Dadang M Naser, agar menjadikan desa-desa di Kabupaten Bandung mamapu menampilkan keunggulan wilayahnya masing-masing, dan program bupati untuk membentuk desa wisata,” tutur Ajat.

Ajat juga mengakui, untuk membangun monumen tekstil ini, tidak akan membebankan biaya APBD, karena dibangun atas swadaya para pengusaha tekstil di Kecamatan Majalaya. “Pihak Kecamatan tidak menarik berupa dana dari para pengusaha tekstil asal Majalaya, namun merekalah yang membangunnya pihak Kecamatan hanya sebatas koordinasi dan penerima manfaat dari pembangunan tersebut,” jelasnya.

Nantinya, lanjut Ajat, di Alun – Alun Majalaya, akan dibangun pusat informasi wisata Majalaya. “Di pusat informasi ini tidak hanya akan memberikan informasi KUKM, serta industri tekstil sarung di Majalaya saja. Tapi bisa memberikan informasi seluruh desa-desa wisata yang ada di Kabupaten Bandung,” Kata Ajat.

Sementara Bupati Bandung, Dadang M Naser, berharap seluruh Camat yang ada di Kabupaten Bandung untuk mampu memunculkan kearifan lokal, serta mampu membangkitkan kemampuan desa agaraa dapat membangkitkan perekonomian rakyatnya.

“Yah salah satunya, produk unggulan di desa dapat diminati oleh warga diluar desa tersebut, dan desa menjadi tujuan wisata para wisatwan. Apalagi dihubungken dengan akan segera dibukanya Jalan Tol Soroja,” ujarnya.

Bupati Bandung juga berharap, dengan terbentuknya desa wisata, maka jumlah wisatawan lokal maupun mancanegera akan berbondong-bondong datang ke Kabupaten Bandung, yang dampaknya akan meningkatkan pereknomian masyarakat dengan banyaknya hasil produksi KUKM dibeli para wisatawan. ( Saufat )