Deddy Mizwar Akhirnya Terhempas dari kendaraan PKS dan Gerindra Untuk Pilgub Jabar 2018

379

Penulis: Saufat Endrawan

Opininews.com / Jakarta — Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap menjaga hubungan baik dengan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar. Menyusul didepaknya dari pencalonan Gubernur Jabar 2018 mendatang.

Sementara PKS telah menetapkan, untuk mengusung Mayjen TNI Sudrajat dan Syaikhu dalam Pilgub Jabar mendatang.

Dengan demikian, pemeran Naga Bonar, harus bersusah payah mencari parpol lain yang mengusung, kika ingin kembali menjado Wagub atau gubernur periode mendatang.

Sementara itu, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, kepada opininews.com, di Jakarta (27/12/3017), mengatakan, keputusan terakhir Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS mengusung pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu.

Meski koalisi PAN-Gerindra-PKS urung mengusung Deddy Mizwar, Sohibul Iman menegaskan hubungan antara PKS dengan Deddy Mizwar masih sangat baik.

Sohibul menuturkan usai keputusan DPTP PKS, ia langsung menghubungi Deddy Mizwar untuk menyampaikan kebijakan final PKS di Pilgub Jabar.

“Pak Demiz sangat luar biasa menyikapi, sangat dewasa dan memahami jika politik sangat dinamis. Setiap entitas politik punya kalkulasi masing-masing dan punya hak menentukan pilihan,” papar Sohibul di kantor DPP PKS, Rabu (27/12/2017).

Sohibul juga menyebut pertemuan terakhir dengan Deddy Mizwar dilakukan di sebuah kedai kopi dalam suasana yang sangat akrab. Sohibul pun meminta Deddy Mizwar untuk terus merawat hubungan baik sembari menikmati secangkir kopi.

“Saya katakan ‘Bang karena kita ngopi kemarin enak maka kebiasaan ngopi kita teruskan.’ Beliau menjawab ‘Siap, kalau bisa besok juga minum kopi’,” papar Sohibul.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menambahkan jika PKS, Gerindra dan PAN menjalankan tugas kenegaraan untuk mencari kader terbaik. Ia mengakui dalam proses demokrasi itu tidaklah mudah.

“Harus ada kompromi kadang mengecewakan pendukung,” ujar Prabowo.Ia mengatakan mengambil keputusan terbaik dan itulah proses demokrasi.

“Saya minta maaf kepada pihak-pihak yang kecewa dengan pilihan kita. Inilah proses demokrasi dankami bekerja keras mematuhi kaidah demokrasi itu,” ungkap Prabowo. ( Saufat )