Posisi Jokowidodo Belum Aman Untuk Pilpres 2019

142

Wartawan: Eko TW

Opininews.com / Jakarta — Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survey Pemilihan Presiden 2019, diantaranya mengenai posisi Jokowi yang belum aman, meski setahun menjelang Pilres 2019 elektabilitasnya masih tinggi.

Elektabilitas Jokowi saat ini masih dibawah 50 persen yakni sebesar 48.50 persen. Dan ada dukungan sebesar 41.20 persen yang menyebar ke kandidat-kandidat capres lainnya. Angka 41.20 persen ini merupakan angka gabungan pemilih terhadap sejumlah kandidat capres diluar Jokowi. Dan sebesar 10.30 persen yang belum menentukan pilihan.

Survey yang dilakukan LSI secara nasional dengan responden sebanyak 1.200 dipilih berdasarkan random sampling dengan margin of eror plus minus 2.9 persen. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 7 sampai 14 Januari 2018.

Ditemukan, posisi Jokowi bisa terancam akibat bebarapa isu. Diantaranya ada tiga isu mengerucut yakni, pertama, publik belum merasa aman terhadap permasalahan ekonomi. Kedua, isu primordial berpeluang mewarnai Pilpres 2019. Ketiga, merebaknya isu buruh tenaga asing.

Secara detail LSI Denny JA dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi jabarzone.com, menyebutkan ketiga isu yang membuat Jokowi terancam pada Pilpres 2019, yakni :

  1. Publik Resah Kondisi Ekonomi

Publik mengeluh terhadap kondisi kebutuhan pokok dan lapangan pekerjaan. Permasalahan pengangguran dan penilaian masyarakat terhadap  hal ini 48,4 persen menyatakan semakin meningkat, 16,8 persen menilai semakin berkurang, 29,4 persen dinilai sama saja dan 5,4 persen tidak tau.

Permasalahan kebutuhan pokok, 12,2 persen menilai semakin ringan, 52,6 persen dinilai semakin berat, 32,9 persen sama saja, dan 2,3 persen tidak tahu. Sementara untuk lapangan pekerjaan, 12,8 menilai semakin mudah,  54,0 persen menilai semakin sulit didapat, 29,8 persen sama saja, dan 3,4 menyatakan tidak tahu.

  1. Isu Primordial Mewarnai Pilres

Ada isu atau pendapat yang menyatakan bahwa agama harus dipisahkan dari politik. Atau politik dipisahkan dari agama. Hal ini dinilai oleh mayoritas publik tidak setuju terhadap pemisahan agama dan politik.

  1. Isu buruh negara asing

Mengenai isu tenaga asing, sebanyak 58.3 persen publik menilai tidak suka dengan adanya tenaga asing tersebut.

Isu ini akan menjadi kunci Jokowi di 2019. Apabila dia bisa mengelola 3 isu tersebut dengan baik, posisi Jokowi semakin kuat. ( Eko TW/Jabarzone )

 

Editor : Eko TW