Yayat Sumirat: Solusi Penanganan Citarum Warga Akan Mendapat Kartu Bank Sampah dan Bangun Puskesmas di Bantaran Sungai Citarum

419

Wartawan: Saufat Endrawan

Opininews.com  / Bandung — Rencana normalisasi Sungai Citarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, kembali menyeruak setelah Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman sepakat terlibat. Pemutakhiran kebijakan dan program menjadi prioritas utama, untuk memperbaiki kondisi sungai yang pernah berpredikat sebagai sungai terkotor di dunia ini.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, pihaknya akan turun tangan untuk menyelesaikan persoalan yang membelit Sungai Citarum. Terlebih, sengkarutnya limbah dan sampah yang menimbulkan pencemaran dan kerusakan hingga ke hilir Laut Jawa.

“Kami sepakat dengan beberapa pihak mengenai penanggulangannya,” kata Luhut, usai Lokakarya Sungai Citarum di Bandung, Rabu (22/11/17).

Luhut menyebutkan, komitmen dan koordinasi sudah pada tahap persamaan persepsi. Nantinya, akan dibentuk skema terintegrasi antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak-pihak terkait.

Kementerian akan lebih menekankan penanggulangan limbah dan sampah, sebab penuruan kualitas air terjadi akibat logam berat yang berasal dari limbah industri. Untuk itu, Kementerian Perindustiran diminta terlibat, sekaligus membuat regulasi instalasi pengolaan air limbah (IPAL) .

Sementara itu, Sekretaris Team Kabupaten Bandung, pasangan calon Gubernur Jabar No. 2, H. Hasanudin – H. Anton Charliyan, Yayat sumirat, menambahkan bahwa selain mendukung program Citarum Harum paslon Gubernur Jawa Barat no 2 H. Hasanudin – H. Anton Carliyan juga akan membuat program yang lebih spesifik yaitu mendirikan bank sampah di sepanjang aliran Sungai Citarum.

“Selain untuk mengurangi sampah yang dibuang ke Sungai Citarum, calon Gubernur Jawa Barat, no urut 2 juga akan kerjasama dengan LSM yang khusus pemerhati lingkungan khususnya masalah Sungai Citarum. Dimana para LSM tersebut selaim ikut menjaga kelestarian lingkungan juga melakukan edukasi terhadap masyarakat dan para stake holder yg selama ini memanfaatkan sungai citarum,” jelas Yayat yang juga anggota DPRD Kabupaten Bandung ini.

Yayat mencontohkan, Sungai di Korea yang dahulu kotor sama seperti Sungai Citarum sekarang bersih dan jadi salahsatu destinasi wisata.

Yayat Sumirat, menambahkan dengan adanya bank sampah disepanjang aliran Sungai Citarum, diharapkan bahwa sampah ada nilai ekonominya khususnya sampah organik nanti. Dimana setiap warga masyarakat akan mempunyai kartu bank sampah yang bisa dipakai untuk biaya berobat ke rumah sakit dan sekolah mirip mirip dengan KIP dan KIS cuma.ini konsentrasi ke lingkungan tidak dibatasi warga masyarakat dibantaran sungai citarum saja.

“Insya Alloh seluruh warga masyarakt jawa barat akan memperoleh kartu bank sampah selain itu calon Gubernur Jawa Barat yang diusung oleh partai PDIP dan partai koalisi lainya, akan mendirikian puskesmas didaerah bantaran sungai dan daerah pumikan yang padat program masyarakt cageur,” jelas Yayat Sumirat. ( saufat )