Mohamad Sohibul: Saya Senang Lihat Respon Jokowidodo Terkait Gerakan 2019 Ganti Presiden

208

Wartawan: Ade Chandra Andriawan

 

Opininews.com, Jakarta – Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman, mengaku senang melihat respons Presiden, Joko Widodo terhadap gerakan 2019 Ganti Presiden.

Menurut Sohibul Iman, Jokowi memilih menanggapi santai gerakan 2019 Ganti Presiden, dengan menyebut kaus tidak akan bisa menggantikan presiden.

Bagi Sohibul Iman, penyikapan santai Jokowi terhadap gerakan 2019 Ganti Presiden yang semakin massif menunjukkan jika konstelasi menuju hajat akbar pergantian pimpinan nasional 2019 semakin asyik.

“Respons santai Pak Jokowi menunjukkan jika gerakan 2019 Ganti Presiden adalah gerakan biasa bukan kejahatan sehingga tidak perlu ditanggapi berlebihan. Dengan begitu kontestasi Pilpres 2019 semakin Asyik,” papar Sohibul Iman, kepada www.opininews.com, di Jakarta.

Sohibul Iman memandang masifnya dukungan masyarakat atas gerakan ini, menunjukan adanya keinginan masyarakat akan perubahan. “Ini bisa dimaknai masyarakat mulai kehilangan trust kepada petahana. Bahwa meskipun calon definitif belum ada, tetap disambut luar biasa. Berarti kotak kosong pun lebih disukai masyarakat. Bisa jadi petahana kalah oleh kotak kosong,” tutupnya.

Sohibul Iman menilai sambutan publik yang sangat massif terhadap gerakan 2019 Ganti Presiden cukup unik. Pasalnya hingga saat ini tidak ada calon presiden resmi yang menjadi ujung tombak gerakan ini. Ia menyebut saat ini belum ada partai politik atau koalisi partai politik yang secara resmi mendeklarasikan calon presiden alternatif selain petahana.

“Sekarang ini yang resmi mencalonkan presiden baru petahana, Pak Jokowi dengan dukungan koalisi yang cukup untuk mendapatkan tiket pada Pilpres 2019,” terang mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut.

Sehingga, papar Sohibul, gerakan 2019 Ganti Presiden adalah murni sebuah gagasan yang disambut publik secara luas tanpa harus melihat adanya calon alternatif yang resmi diusung diluar calon petahana.

“Paslon alternatifnya belum ada tetapi seperti aura kemenangan di depan mata. Ini memang aneh. Memang ‘bayangan’ kadang menakutkan bagi orang-orang tertentu,” ujar mantan Rektor Universitas Paramadina ini.( Ade Chandra )