Mardani Ali: Saya Mengecam Keppres Gaji BPIP Diatas Rp 100 Juta

155

Wartawan: Zainal Fasad

Editor: Saufat Endrawan

 

Opininews.com, Jakarta – Mardani Ali Sera, Penggagas gerakan #2019GantiPresiden mengecam Keppres gaji pejabat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) perorangnya di atas Rp 100 juta perbulan. Ia menganggap hal ini memalukan dan menciderai rakyat Indonesia.

“Keppres ini sangat memalukan, sangat menciderai hati nurani rakyat Indonesia!” kata Mardani, kepada www.opininews.com, di Jakara, Senin (28/05/2018).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu mengatakan, sebenarnya mendukung adanya lembaga ini sebagai upaya penguatan ketatanegaraan bangsa Indonesia, Namun menurutnya dengan munculnya Keppres ini justru sangat mengusik kepedulian kita karena sangat membebani negara karena anggarannya tidak sedikit.

“Tidak tanggung-taggung, dana yang disiapkan setidaknya bisa mencapai 1,3M/orang pertahun” ujarnya.

Lebih jauh, legislator FPKS ini mengatakan, di tengah perekonomian Indonesia yang berat; Rupiah melemah, daya beli menurun, pengangguran meningkat, ekonomi sulit, utang melangit, menggaji besar Tim BPIP adalah langkah yang kurang bijaksana.

“Masih banyak agenda pemanfaatan anggaran yang lebih penting untuk mendongrak perekonomian rakyat. Di sinilah perlunya pemerintahan yang cakap, peka dan memiliki empati yang kuat akan rakyat,” ujar Pria kelahiran Jakarta itu.

Ia mengungkapkan dengan adanya Keppres ini membuat Rakyat sedih dengar ditengah kondisi bangsa seperti ini.

“Malu, saat negara sedang defisit dan hutang menumpuk kita malah menggaji yg diluar batas kemampuan. Malaysia malah mengurangi gaji para Menterinya, kita malah menetapkan seenaknya.” Ujarnya.

Menurutnya, Mungkin bagus fungsi tim ini yang koordinatif, karena sudah ada diklat di hampir tiap kementerian. “Namun Lembaga satu hal penting, tapi jangan memberatkan keuangan negara.” Ujarnya.

Lebih lanjut menurutnya, Pengamalan Prinsip Pancasila justru seharusnya dilakukan dan diperlihatkan terlebih oleh elitnya, “Gimana mau menerapkan Pancasila jika langkah awalnya jauh dari semangat Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” katanya.

Menurt Mardani sebuah pemerintahan perlu dipimpin oleh presiden yang baik dan profesional. “Pemimpinnya harus memiliki empati pada rakyat dan berani melakukan efisiensi utk penyelamatan keuangan negara, oleh karenanya #2019GantiPresiden bisa menjadi sarana perbaikan pemerintah,” ujarnya. ( saufat )