Maman Sudrajat: PGRI Kab. Bandung Desak Pemerintah Pusat Perhatikan Nasib Guru Honorer

280

Wartawan: Saufat Endrawan

Opininews.com, Bandung — Ratusan Guru Honorer Kategori dua, Kamis (20/9/2018) melakukan pertemuan dengan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bandung, di Sekretariat PGRI Kabupaten Bandung, di Jalan Raya Soreang – Katapang.

Kehadiran ratusan perwakilan guru honorer se Kabupaten Bandung, yang jumlahnya lebih dari 2.750 tersebut, langsung diterima oleh Sekretaris PGRI Kabupaten Bandung, H. Maman Sudrajat, S.Pd, MM, beserta pengurus lainnya.

Ratusan perwakilan guru honorer, kategari dua tersebut, berharap melalui pengurus PGRI Kabupaten Bandung, keinginan untuk langsung diangkat menjadi CPNS terwujud. Tidak hanya itu, para guru honorer yang berusia diatas 35 tahun dapat ikut serta dalam ujian penerimaan CPNS, karena dalam UU sekarang yang boleh mengikuti ujian CPNS maksimal usia 35 tahun.

Sekretaris PGRI Kabupaten Bandung, Maman Sudrajat, kepada www.opininews.com, Kamis (20/9/2018) mengatakan, pihaknya akan berjuang bersama-sama guru honorer kategori dua untuk memperjuangkan nasibnya kepada pemerintah pusat.

“Sebaiknya pemerintah pusat lebih memprioritaskan mengangkat para guru honorer, kategori dua, daripada harus kembali membuka penerimaan CPNS baru untuk tenaga pengajar. Kasian nasb mereka sudah ada yang lebih dari 20 tahun berbhakti menjadi guru honorer, namun belum juga diangkat,” tutur Maman.

Maman mengakui, di Kabupaten Bandung sendiri banyak membutuhkan guru PNS. Dan posisi kebutuhan guru PNS saat ini diisi oleh para guru honorer.

“Bisa dibayangkan jika tidak ada guru honorer, maka akan kekurangan guru. Apalagi jika mereka mogok mengajar karena menuntut haknya kepada pemerintah pusat, maka ribuan siswa akan terlantar. Saya berikan apresiasi kepada mereka. Karena jika mogok, maka akan menilai tidak baik dari berbagai kalangan,” ungkap Maman. ( saufat )