Akankah Ketua DPRD Kab. Bandung, Anang Susanto Mencalonkan Bupati Bandung…?

663

Penulis: Saufat Endrawan

Opininews.com, Bandung — Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu melahirkan pemimpin-pemimpin baru. Dan di Kabupaten Bandung, Sejak suksesnya kepemimpinan Bupati Bandung, H. Obar Sobarna, S.Ip, mampu melahirkan pemimpin baru Yaitu H.M. Dadang M Naser, M.Ipol

Bupati Bandung, H. Obar Sobarna, S.Ip bergelar “Bapak Pembangunan Kabupaten Bandung” dan Bupati Bandung H.M. Dadang M Naser, M.Ipol bergelar “Bupati Dadang Beton” dimana hampir setiap jalan umum di wilayah Kabupaten Bandung hampir semuannya sudah dibeton. Sehingga sangat berdampak kepada peningkatan perekonomian warganya.

Semacam adagium yang sering diungkapkan oleh para pengamat hingga penggiat soal kepemimpinan. Terkait dengan kepemimpinan tentunya hal itu sering dibicarakan dalam wilayah politik (meski tidak semuanya). Kita ketahui bersama pada bulan April lalu menjadi bulannya rakyat Indonesia untuk menentukan siapa yang akan memimpin Indonesia (Presiden), sekaligus menjadi sejarah pertama bangsa Indonesia, karena Pemilu pada April lalu dilaksanakan secara serentak dengan Pemilihan Wakil Rakyat, dari tingkat daerah kota/kabupaten hingga tingkat pusat.

Hal itu pastinya berkaitan dengan persoalan kepemimpinan, baik dari segi kepemimpinan Eksekutif maupun Legislatif.

Meski hingar bingar Pemilu 2019 secara serentak banyak menimbulkan kegaduhan di tingkat akar rumput (khususnya di jagad social-media) baik pra maupun pasca Pemilu, terutama terkait Pilpres. Mestinya nalar publik itu harus terfokus pada pembangunan bangsa kedepan (terkait dinamika pasca-Pemilu kita serahkan pada yang berwenang menurut Undang-Undang).

Terkait Pembangunan bangsa kedapan, tentunya daerah-daerah diseluruh wilayah NKRI, meski mengalami peningkatan, agar menopang pembangunan Nasional.

Termasuk satu diantara unsur penompang pembanguan daerah adalah terkait figur pemimpinnya. Sebab seorang pemimpin daerah (Gubernur maupun Bupati/Walikota) adalah orang yang akan menahkodai pembangunan, baik fisik maupun non-fisik.

Tentunya seorang pempimpin suatu daerah mestinya asli putra daerah itu sendiri, sebab dia akan tahu mengenai hal-ihwal permasalahan yang ada didaerah tersebut.

Terkait persoalan putra daerah dikancah perpolitikan nasional, Kabupaten Bandung memiliki ceritra yang cukup menarik, selain DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang banyak sekitar 2,3 juta orang, persaingan elektabilitaspun cukup sengit, sebagai contoh, Pemilu 2019, dapil Jabar 2 (Kab. Bandung dan Bandung Barat), bisa dikategorikan sebagai dapil “neraka”.

Namun ada sosok yang menarik, di dapil Jabar 2, yaitu Ketua DPRD Kab. Bandung H. Ir. Anang Susanto M.Si yang juga ikut berkompetisi sebagai Caleg DPR-RI.

Selain ia bersaing dengan kawan separtainya di Partai Golkar, ia pun mesti bersaing dengan competitor lintas partai, yang tentunya ada beberapa yang masih menjabat sebagai anggota DPR-RI, belum lagi ditambah merebaknya selebritis yang mengikuti perhelatan Pemilu 2019.

Sosok Aktifis Politik yang Beretika, meski demikian, sosok H. Anang tetap bisa mengungguli para pesaingnya, dengan perolehan 120.000 suara.

Di banding pesaing-pesaingnya (termasuk di internal partainya) yang sudah lebih dulu menjadi anggota dewan, H.Anang bisa mengugguli mereka semua. Tidak lain dan tidak bukan hal itu disebabkan, kinerjanya ketika menjabat anggota Dewan selama tiga periode (terakhir menjabat sebagai Ketua DPRD Kab. Bandung).

Meski sudah mendapatkan kabar perolehan suara sebanyak itu, sikap H.Anang enggan mengadakan syukuran kemenangan langsung, sebab ia masih menunggu hasil keputusan KPU Kab. Bandung (www.opininews.com – 30/04/2019).

Itulah sikap kenegarawanan sosok H.Anang, meski kemenangan sudah didepan mata, ia masih harus mengikuti prosedur yang ada. Jelaslah Sikap semacam itu tidaklah mudah ditemukan pada setipa aktifis politik hari ini.

Namun H. Anang memilikinya, tentunya bisa sampai seperti itu, ia sudah banyak memakan asam-garam kehidupan organisasi, baik yang berupa kepartaian maupun non-kepartaian.

Bisa kita lihat dalam riwayat Organisasinya, ia pernah menjadi Wakil Ketua Litbang DPD Golkar Kab. Bandung 2003-2005, Sekretaris Umum DPC Gapeksindo Kab. Bandung 2002-2006, Wakil Ketua Pemuda Pancasila Kab. Bandung 1999-2002 dan setumpuk aktifitas keorganisasian lainnya.

Visioner dan Menjunjung Etos Kerja adalah sikap yang dimilikinya. Selain etika yang selalu ia kedepankan, terkait soal visi pembangunanpun sosok H.Anang terlihat visioner (bepandangan kedepan)

H. Anang selalu mendukung program-progam yang digalakkan oleh mitra kerja di Pemerintahan, yakni Bupati Bandung, H.M. Dadang M Naser, sekaligus ia tak melupakan sikap kritisnya, seperti ketika ia ditanyai oleh media mengenai pembangunan Kab.Bandung, ia berucap “Kami akan dukung segala program yang diusung oleh Bupati, asalkan tidak melenceng dari RPJM (Rencama Pembangunan Jangka Menengah) Kabupaten Bandung. Dan ternyata Kabupatem Bandung mampu merah tiga kali WTP hasil pemeriksaan BPK”

Kita bisa melihat sikap kritisnya yang merupakan salah satu ciri etos kerja yang baik dengan mitra kerja di Pemerintahan, seperti yang kita ketahi bersama bahwa, adanya sistem eksekutif dan legislatif sebagai sarana cek and balance dalam pengelolaan sebuah daerah. Meski Bupati sendiri kawan separtainya di Golkar, ia sangat menjunjung tinggi profesionalisme. Ia bisa memimpin DPRD Kab. Bandung selama ini, menjadi mitra kerja yang baik bagi Bupati Bandung.

Tentunya kemajuan-kemajuan yang dirasakah di Kabupaten Bandung, tidak terlepas dari peran H.Anang sebagai sosok Ketua DPRD.

H. Anang : Harapan Pimpinan di Masa Mendatang

Uraian diatas mungkin baru sedikit yang bisa dituliskan mengenai sosok H. Anang Susaanto, jika dituliskan semuanya memerlukan sebuah buku Biografi tentangnya. Kendati demikian, jika melihat karir politik H.Anang, yang tidak lupa akan pembangunan daerahnya, dikala atmosfer tahun-tahun ini begitu terpusat pada isu-isu nasional, hingga pedagang kaki limapun sering kali ikun mengomentari.

H.Anang tetap konsisten dengan pembangunan di dareah melalaui dana-dana aspirasi dewan, juga melakukan banyak reses ketiap-tiap daerah pemilihannya, belum lagi bantuan-bantun yang sering ia gelontorkan kepada masyarakat yang kurang mampu, pembangunan-pembangunan masjid, dan juga santunan kepada para anak yatim.

Tentunya dengan melihat perolah suara pada Pemilu 2019, popularitas dan eletktabilitas H. Anang sudah tidak biasa diragukan lagi, kepercayaan publik Kab. Bandung pada sosok sangat baik. Alangkah baiknya salah satu putra terbaik Kab. Bandung ini yaitu H. Anang Susanto, mesti dikasih kesempatan untuk memimpin daerah di masa mendatang. Sebab komitmen terhadap daerah khususnya kabupaten Bandung sudah tidk diragukan lagi. Usia boleh saja H.Anang Sudah cukup sepuh, tapi komintmen dan visi kedaerahan boleh jadi melampaui kaum Millenial.

Profil Ir. H. ANANG SUSANTO, M.Si : Calon Bupati Bandung

Lahir di Bandung 31 Maret 1959, merupakan Politikus dari Partai Golkar yang sekarang menjabat sebagai ketua DPRD Kab. Bandung ini memiliki berbagai pengalaman organisasi, diantaranya Wakil Ketua Litbang DPD Partai Golkar Kab Bandung Tahun 2003-2005, Ketua Bid Teknik BPC Gapensi Kab Bandung Tahun 1996-1999, Wakil Bendahara Pemuda Pancasila Kab Bandung Tahun 1999-2002, Anggota Tarung Drajat Kab Bandung, Sekretaris Umum DPD Gapaeknas Kab Bandung Tahun 2002-2002, Seksi dana Pengkab PBSI Kab Bandung Tahun 2001-2005, Sekretaris Umum DPC Gapeksindo Kab Bandung Tahun 2002-2006, Wakil Ketua Tetada Kalimasada Kab Bandung Tahun 2002-2003 .

Pencalonan ini juga tidak lepas sebagai respon dari masyarakat yang menghendaki figur yang bersangkutan untuk diajukan sebagai bakal calon Bupati Bandung dan memang satu kewajaran jika masyarakat mengusungnya.Terdapat beberapa variabel yang menjadi pasal mendasarinya, antara lain: Pertama beliau memiliki integritas moral yang tinggi sehingga dapat mengemban amanah dengan baik. Kedua, memiliki track record ( rekam jejak ) dan kapabilitas ( kemampuan ) yang baik. Ketiga, memiliki sifat akomodatif dan jiwa demokratis . Keempat, gaya kepemimpinan yang cenderung berorientasi pada visi kerakyatan dan gotong royong. Kelima, Ir. H. Anang Susanto, M.Si dinilai oleh banyak kalangan memiliki keluwesan dalam memimpin.

Jika berada di depan dia selalu menjadi pemandu, dan jika berada di tengah selalu menjadi inisiator, sedangkan ketika berada di belakang ia selalu bersikap samin`a wa athona (tunduk dan patuh) terhadap keputusan bersama.

Beliau juga orang yang selalu ingin Meningkatkan Aktualisasi Diri Dalam Rangka Berbakti Kepada Agama, Bangsa Dan Negara

Kini pribadi yang sederhana dan senantiasa teguh memegang prinsip ini akhirnya siap untuk maju dalam Pilkada langsung Kab. Bandung dan berharap totalitas warga masyarakat Kab. Bandung mendukung dan dan menjatukan pilihnya terhadap Ir. H. Anang Susanto, M.Si.

Tidak ada pilihan lain, Ir. H. Anang Susanto, M.Si harus benar-benar terpilih, karena dianggap memiliki sosok politik yang bijak dan mampu membawa kab. Bandung ke arah yang lebih baik.

Kita tidak sekedar perlu pemimpin yang hanya mengelola pemerintahan, namun masyarakat kab. Bandung perlu pemimpin yang mampu memberi contoh dan keteladanan. Dan pemimpin yang dapat memperhatikan kehidupan rakyatnya, membina dan membimbing ke arah kemajuan, semoga apa yang di cita-citakan tercapai mendapat kemudahan, petunjuk, berkah serta ridho Allah SWT, Amin. ( Saufat Endrawan/ berbagai sumber )