Pelaksanaan Vaksin di Kab. Bandung Terancam Terhenti

Bupati Bandung Desak Pemerintah Pusat Segera Mendistribusikan Vaksin Covid - 19

foto

Saufat Endrawan

Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna Desak Pemerintah Pusat Segera Distribusikan Vaksin Covid - 19

Opininews com, Bandung -- Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si mendesak kepada pemerintah pusat untuk segera mendistribusikan Vaksin Covid - 19 ke Pemkab Bandung, agar pelaksanaan Vaksinasi Covid - 19 kepada masyarakat Kabupaten Bandung berjalan lancar.

Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada Presiden Pak Jokowidodo yang telah memberikan bantuan Vaksin gratis kepada masyarakat Kabupaten Bandung.

"Ada tiga poin penting supaya vaksinasi bisa dilaksanakan, yaitu tenaga vaksinator, sasaran vaksinasi dan vaksin itu sendiri. Ketiadaan salah satunya, menyebabkan kegiatan vaksinasi tidak dapat dilasanakan. Sementara Kabupaten Bandung sudah mempersiapkan tenaga medis serta jutaan warga ngantri untuk mendapatkan vaksin," kata Bupati Bandung, M. Dadang Supriatna di Rumah Jabatan Bupati, di Soreang, Senin (19/7/2021) pagi.

Disebutkan Dadang Supriatna (DS), Kabupaten Bandung hingga akhir Desember 2021 atau sampai Januari 2022, sedikitnya 80% penduduknya ditargetkan telah menerima vaksin.

" Dari  3,6 juta penduduk Kabupaten Bandung, berarti sekitar 2,8 juta orang. Jika dihitung usia 18 tahun ke atas, berarti sekitar 2,4 juta orang ditargetkan udah mendapatkan vaksin,” tutur Bupati Dadang Supriatna.

Vaksinasi di Kabupaten Bandung sendiri, jelas bupati, hingga saat ini baru mencapai sekdikitnya 300.000, atau masih tersisa sekitar 2,1 juta sasaran.

Pengadaan tenaga kesehatan (Nakes) untuk vaksinator, juga tengah diupayakan jajarannya.

Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung, lanjut Kang DS, untuk penanganan covid-19 dari Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar 80 miliar. Sekitar 50 miliar diprioritaskan untuk kegiatan vaksinasi.

Kata Bupati, untuk tenaga kesehatan menggunakan dana BTT sebesar Rp 21 Miliar dari Rp 31 Miliar dan sisanya diupayakan menggunakan CSR, dan sebesar Rp 29 M untuk kebutuhan penanganan covid 19 sehingga sementara jumlah BTT yang dicadangkan sebesar Rp 50 Miliat dari uang yang di geser ke BTT sebesar Rp 80 Miliar.

“Kemarin kita baru menerima sekitar 2 ribu vial vaksin, itu berarti untuk 20 ribu sasaran. Kalau 80% harus selesai akhir tahun, diperkirakan kita butuh 31 ribu vaksinasi per harinya. Ketiadaan salah satu dari tiga poin tadi, kita tidak bisa melaksanakan rencana sesuai dengan harapan,” tutur Kang DS, sapaan Bupati Bandung.

Bupati Bandung berharap pemerintah pusat, untuk mempercepat pengadaan vaksinnya.

"Saya mengajak perusahaan, untuk bisa membantu percepatan melalui kegiatan vaksinasi massal. Tanpa kebersamaan, program vaksinasi tidak akan sukses," tandasnya.

Ia mengaku telah melayangkan surat kepada Kementerian Kesehatan, juga meminta bantuan secara langsung kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kita juga meminta bantuan kepada anggota DPR RI yang Dapil Jabar II, yaitu Pak Haji Cuncun, Pak Haji Anang dan lainnya. Permintaan bantuan ini untuk mendorong kelancaran distribusi vaksin,” jelas DS.

( Saufat Endrawan )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Ahmad Najib Qudrotullah Reses Gelar Vaksinasi kepada 500 Warga di Kab. Bandung
Ace Hasan: Kemenag Harus Gerak Cepat Menjawab Dibukanya Kembali Pintu Jemah Haji Umroh Indonesia Oleh Pemerintah Arab Saudi
Bupati Dadang Supriatna dan Masyarakat Pertanyakan Kinerja BBWS Citarum Tangani Banjir di Kabupaten Bandung