H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si Berharap Petugas Damkar Responsif

Petugas Damkar Siap Laksanakan Arahan Pak Bupati Bandung

foto

Saufat Endrawan

Kadis Damkar dan Penyelamatan Kab. Bandung, Drs. H. Hilman Kadar, M.Si siap Laksanakan Arahan Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si

Opininews.com, Bandung - Seluruh jajaran Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung siap melaksanakan arahan Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si untuk responsif terhadap setiap kejadian bencana kebakaran yang terjadi di setiap wilayah di 31 kecamatan.

Salahsatu arahan Bupati Bandung tersebut, petugas Damkar harus responsif, atau minimalnya sudah berada di lokasi kebakaran 15 menit setelah ada pelaporan kejadian dari masyarakat.

Tidak hanya itu, Bupati Bandung juga berharap agar didirikan Pos Pemadam Kebakaran hampir disetiap kecamatan di Kabupaten Bandung, dengan tujuan meminimalis korban jiwa, korban luka dan korban harta dan benda jika terjadi kebakaran.

Arahan Bupati Bandung, Dadang Supriatna ini menjadi motivasi petugas Damkar Kabupaten Bandung untuk lebih profesional dalam melaksanakan tugas dan semakin mengembangkan sayap untuk melaksanakan penthalik berkoraborasi dengan berbagai unsur untuk penanganan bencana kebakaran di Kabupaten Bandung yang luas wilayahnya mencapai 176 KM Persegi dengan jumlah penduduk mencapai 3 juta.

Hal ini dituturkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, Drs. H. Hilman Kadar, M.Si kepada www.opininews.com saat dijumpai di Ruang Kerjanya di Soreang, kemarin.

Disebutkan Hilman, data terakhir, dalam setahun kejadian kebakaran di wilyahan Kabupaten Bandung lebih dari 272 kejadian. Kebakaran tersebut terbanyak diakibatkan korsleting listrik dan kebocoran tabung gas.

"Dengan banyaknya angka kejadian kebakaran ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan telah memberikan edukasi kepada masyarakat desa dan Pengurus dan Kedar PKK cara untuk mencegah penyebab terjadinya kebakaran serta bagaimana cara memadamkan sumber api jika adanya percikapan api di rumah warga," Jelas Hilman.

Sementara untuk bergerak cepat, atau responsif minimal 15 menit kelokasi kejadian kebakaran, Dinas Damkar Kabupaten Bandung telah membentuk para relawan kebakaran hampir di setiap Kecamatan dan Desa dengan tujuan, membentuk karakter masyaralat menjadi garda terdepan dalam setiap kejadian kebakaran sebelum petugas damkar tiba ke lokasi kebakaran.

Dengan belum maksimalnya armada, lanjut Hilman, pihaknya melakukan penthahelik dengan berbagai perusahaan maupun badan usaha, diantarannya dengan pemilik Pabrik Feng Tay, Kaha Grup, Kahatek serta berbagai perusahaan lainya untuk dapat menggunakan armada kendaraan pemadam kebakaran jika terjadi kebakaran di daerah yang dekat dengan perusahaan mereka.

Dan dengan Podomoro Grup telah menjalin kerjasama, dimana perusahaan tersebut akan menyediakan lahan seluas 900 meter persegi untuk dibangun posko kebakaran untuk menangani wilayah Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

"Posko pemadam kebakaran di Kabupaten Bandung masih minim, dengan jumlah 31 Kecamatan hanya memiliki 9 Posko. Keinginan Pak Bupati, membangun sebanyak 31. Namun kami akan bertahap, untuk sementara akan mendirikan posko Pemadam Kebakaran 15 titik," kata Hilman.

Diakui Hilman, posko pemadam kebakaran sangat diperlukan terutama untuk menangani kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Kertasari, Ibun, Cimenyan serta beberapa daerah lainnya yang sering mendapatkan bantuan dari Petugas Damkar Kota Bandung.

( Saufat Endrawan )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
DPRD Kab. Bandung Kritisi Kinerja PUTR dan Disparbud
Ruli Yuliana: Kader Karang Taruna Harus Siap Menjawab Tantangan Masyarakat untuk Maju dalam Pileg 2024