Kang DS Ingin Ciptakan ASN yang Berkarakter, Beretika, dan Profesional
Kang DS Menyapa ASN Yang ada di Pemkab Bandung melalui Daring

Barra Sulthan Endrawan
Kang DS Sapa Seluruh ASN Kab. Bandung Melalui Daring
OPININEWS.COM, Bandungb – Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip,.M.Si (Kang DS) menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) memiliki peran strategis sebagai referensi moral atau teladan sekaligus wajah pemerintah di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam kegiatan “Kang DS Menyapa ASN” yang digelar secara daring dengan tema “ASN Sebagai Teladan: Etika Perilaku, Penampilan Profesional, dan Kepatuhan Kode Etik" pada Kamis (15/1/2026).
Kegiatan peningkatan kapasitas bagi ASN tersebut bertujuan untuk memperkuat kesadaran ASN sebagai figur publik yang wajib menjaga sikap, tutur kata, penampilan, serta integritas pribadi dalam setiap aspek pelayanan kepada masyarakat.
“ASN adalah teladan. Mau tidak mau, suka tidak suka, bapak/ibu ASN adalah orang yang pasti dilihat masyarakat setiap hari. Sikap ASN menjadi wajah pemerintah,” tegas Kang DS kepada www.opininews.com.
Menurutnya, keteladanan ASN menjadi sangat penting karena langsung memengaruhi kepercayaan publik.
Ia menekankan agar setiap ASN memiliki mental yang kuat, stabil, tidak mudah terbawa perasaan, namun tetap mengedepankan empati dalam melayani masyarakat.
Dalam arahannya, Kang DS menyebutkan sejumlah nilai utama yang wajib dimiliki setiap ASN, yakni integritas, profesionalisme, kepemimpinan (leadership), netralitas, sikap sopan dan ramah, keterbukaan atau transparansi, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.
“Profesionalisme itu berarti ASN harus kompeten. Kualitas ASN adalah suatu keharusan yang harus terus ditingkatkan. Netralitas juga penting karena ASN adalah pelaksana, siapapun pemimpinnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan di era media sosial, di mana ASN dituntut untuk menyampaikan kinerja pemerintah kepada publik secara objektif dan transparan, termasuk terkait 57 rencana aksi pembangunan Kabupaten Bandung dan pengelolaan anggaran daerah. “Di bidang kesehatan misalnya, jangan pernah menolak pasien. Itu adalah hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kang DS mendorong ASN agar tidak terjebak dalam zona nyaman, melainkan terus berinovasi dan adaptif, terlebih dalam menghadapi masa transisi pemerintahan. Ia berharap soliditas dan solidaritas antar ASN tetap terjaga demi mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas.
“Perhatikan cara menyapa, salam, berbicara, bersikap, tata krama, dan etika. Saya percaya ASN Kabupaten Bandung mampu melakukan itu,” tuturnya.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Sukmayanti Ranadireksa, Direktur Utama Konsultan Psikologi Motekar, menegaskan bahwa fakta di lapangan menunjukkan banyak karier ASN yang runtuh bukan karena kinerja, melainkan karena persoalan moral.
“Negara ini tidak membutuhkan ASN yang sempurna, tetapi membutuhkan ASN yang bermartabat dan martabat tidak muncul tiba-tiba, melainkan dibangun melalui proses panjang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bandung berkomitmen terus memperkuat karakter, etika, dan profesionalisme ASN sebagai fondasi utama pelayanan publik yang berintegritas dan berkeadaban..
( Barra Sulthan Endrawan )
Editor: Saufat Endrawan