Erwan Kusumah Dampingi Bupati Buka Kegiatan Sosialisasi SPIP
KDS Beri Apresiasi Suksesnya Kantor Inspektorat Gelar Sosialisasi SPIP Demi Kinerja ASN yang Lebih Profesionall

Saufat Endrawan
KDS Berharap ASN Bekerja Profesional dan Tertib Laporan Keuangan
OPININEWS.COM Bandung -- Bupati Bandung beri apresiasi kepada Kantor Inspektorat Kabupaten Bandung yang telah melaksanakan sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintahan (SPIP) Kepada para Camat, Pimpinan OPD, Paa Dirut Rumah Sakit serta ASN lainnya dalam rangka mendukung harapan UU juga Bupati Bandung agar setiap ASN dalam bekerja sesuai dengan program kerja, tertib adminsitrasi juga tertib dalam laporan keuangan.
Hal ini di tegaskan Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna, S.Ip,.M.Si usai membuka Sosialisasi SPIP Tahun 2026 tingkat Kabupaten Bandung yang di gelar Kantor Inspektorat Kabupaten Bandung di Hotel Sunshine, Soreang Kabupaten Bandung, Selasa (2/6/2026).
Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Bandung, H. Erwan Kusuma Hermawan, S.Sos,.M.S.i juga Sekda Kabupaten Bandung, Dr. H. Cakra Amiyana serta Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, H. Teguh Purwayadi, S.STP, M.Si mendampingi orang nomor satu, Dadang Supriatna yang di sapa KDS saat membuka kegiatan ini yang di ikuti ratusan peserta.
Plt Kepala Inspektorat Kabupaten Bandung yang juga Kepala Bapenda Kabupaten Bandung, Erwan Kusuma kepada www opininews.com, mengatakan, sosialisasi ini sangat penting, sesuai arahan pak Bupati untuk menjaga terjadinya kelemahan dalam membuat laporan keuangan.
Selain itu tujuannya untuk mengingatkan kembali agar pengelolaan keuangan dan aset Pemkab Bandung berjalan efektif, efisien, transparan, akuntabel, dan bebas dari penyimpangan/korupsi.
Kenapa SPIP perlu di disosialisasikan, jelas Erwan, karea saat ini, banyak ASN hafal tupoksi tapi lupa paham risiko hukumnya. Ujungnya kena temuan BPK karena salah prosedur.
Seperti yang di ucapkan Pak Bupati, lanjut Erwan, jangan sampai sehebat apapun SPIP digital, jika operatornya tidaK paham regulasi dan big data makan tidak akan berjalan dengan baik.
Kang DS berharap dengan soeialisasi ini tidak ada lagi temuan berulang atau sama setiap tahunnya oleh BPK.
“Saya paham dan yakin, temuan BPK itu bukan niat korupsi, tapi lemah pengendalian. contoh: tanda tangan dobel, SPJ telat, aset nggak dicatat. Dengan sosialisasi ini. Maka kedepan tak terjadi lagi.
( Saufat Endrawan )
Editor: Saufat Endrawan