Bupati Bandung Lepas Ekspor 54 Ton Porang ke Negara Cina

Bupati Dadang Supriatna dan Kadin Indonesia akan Tingkatkan Ekspor Hasil Petani Kab. Bandung

foto

Saufat Endrawan

Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna didampingi Ketua Kadin Indonesia Jabar Melepas Ekspor 54 Ton Porang ke Negara Cina

Opininews.com, Bandung -- Program Bedas dalam bidang pertanian telah menggema hingga ke Mancanegara.

Salahsatunya adalah para petani kopi Kabupaten Bandung telah sukses mengekspor buah kopi ke eropa dan benua Amerika dan yang terakhir para petani porang telah berhasil mengekspor serpihan porang ke Negara Cina.

Sebanyak 54 ton serpihan porang asal petani Kabupaten Bandung telah ekspor perdananya ke Negara Cina. Dengan jumlah transaksi di di rupiahkan mencapai Rp 1,8 Miliar.

Ekspor ini berkat kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Bandung Bedas dengan KADIN Indonesia Jawa Barat yang dipimpin langsung oleh Tubagus Raditya.

Ekspor perdana ini dilepas langsung Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si didampingi Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tubagus Raditya Indrajaya dan Perwakilan PT. Sanindo Porang Berkah, di Soreang, Selasa (1/8).

Bupati Bandung, Dadang Supriatna kepada www.opininews.com, menyatakan dengan dibukanya pintu ekspor porang ke Cina merupakan angin segar bagi petani porang Kabupaten Bandung.

Ini salahsatu upaya Pemerintah Kabupaten dengan Program Bedas meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor pertanian.

“Sebanyak 54 ton atau dua container porang melalui PT. Sanindo Porang Berkah telah diekspor ke Cina. Insya Allah ini akan meningkatkan hasil industri dan pertanian di Kabupaten Bandung,” ungkap Dadang Supriatna.

Demi pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19, bupati mendorong para petani untuk memperluas budidaya porang, dengan memanfaatkan fasilitasi dari pemerintah daerah seperti penyediaan lahan, pendampingan serta fasilitas program pinjaman modal tanpa bunga.

“Saya juga berharap ke depannya himpunan petani dapat bersinergi bersama kemitraan industri, sehingga para petani dan industri kecil dapat berkembang untuk melakukan bisnis yang saling menguntungkan sehingga petani di Kabupaten Bandung semkain berkembang tidak hanya fokus untuk menanam padi namun ada alternatif menanam porang," ungkap Dadang Supriatna.

Bupati juga berharap, Kadin Indonesia Jabar dapat membantu mempercepat proses negosiasi perjanjian dengan negara-negara yang berpotensi menjadi pasar produk ekspor.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Kadin yang telah mendukung visi pembangunan untuk terwujudnya visi pembangunan untuk mewujudkan Kabupaten Bandung yang BEDAS. Kami berharap, agenda pelepasan ekspor seperti ini tidak hanya seremonial semata, tetapi menjadi momentum yang berkelanjutan, sehingga menghasilkan nilai ekspor yang terus meningkat,” tegas Bupati Dadang Supriatna.

Ketua Kadin Jabar, Tubagus Raditya mengatakan, pihaknya akan selalu mendukung program Bedas terutama dalam meningkatkan perekonomian dengan membukakan peluang untuk ekspor hasil produk UMKM dan pertanian Kabupaten Bandung ke mancanegara.

( Saufat Endrawan )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Gaji Pekerja asal Kab. Bandung di Korsel Rp 20 Juta - Rp 35 Juta per Bulan