Palan Indonesia Pesuli Bencana Kupang
Plan Indonesia Salurkan Paket Darurat Kepada Korban Bencana Flores Kupang

Saufat Endrawan
Plan Indonesia Peduli Bencana Kupang Dengan Bagikan . Paket Bantuan Darirat
Kupang, opininews.com--Plan Indonesia bergerak cepat merespons gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Selain melakukan kaji cepat kebutuhan (Rapid Needs Assessment/RNA), Plan Indonesia telah menyalurkan lebih dari 250 paket bantuan darurat ke lima titik pengungsian di sejumlah wilayah terdampak yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Sikka.
Ratusan paket bantuan mencakup paket kebersihan keluarga, paket kebutuhan kebersihan menstruasi bagi remaja perempuan dan perempuan, perlengkapan hunian sementara, alat permainan edukatif (APE), air minum kemasan, dan makanan ringan.
Bantuan awal ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penyintas sekaligus memperhatikan kebutuhan khusus anak dan perempuan selama berada di lokasi pengungsian.
“Dalam situasi darurat, kebutuhan dasar seperti air minum, kebersihan, tempat untuk beristirahat, dan makanan memang menjadi prioritas. Namun, kita juga perlu memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk bermain dan merasa aman, sementara remaja perempuan dan perempuan tetap dapat memenuhi kebutuhan kebersihan menstruasi mereka dengan layak dan bermartabat,” Tegas Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia kepada www.opininews.com.
Sebagai respons awal, Plan Indonesia mengerahkan 16 anggota sebagai tim tanggap darurat bencana untuk melakukan kaji cepat kebutuhan di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, dan Sikka. Kaji cepat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak, dengan perhatian khusus kepada anak-anak, terutama anak dan remaja perempuan, perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya.
“Setiap wilayah terdampak memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tim kami turun langsung untuk memahami kebutuhan masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Hasil kaji cepat ini akan menjadi dasar bagi kami untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling relevan dan tepat sasaran,” ujar Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia.
Menurut Dini, dampak terhadap anak-anak terutama anak perempuan perlu menjadi bagian penting dalam setiap pengambilan keputusan selama masa tanggap darurat.
Bencana tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur. Anak-anak juga dapat kehilangan rasa aman, terputus dari sekolah, kehilangan rutinitas, dan mengalami tekanan psikologis.
Anak perempuan bahkan dapat menghadapi risiko tambahan, termasuk kesulitan mengakses sanitasi dan kebutuhan menstruasi, kehilangan ruang aman, hingga risiko kekerasan.
Karena itu, kebutuhan, suara, dan hak anak harus diperhatikan sejak awal respons hingga proses pemulihan. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 16 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB, gempa yang berpusat di Laut Flores tersebut telah diikuti 341 kali gempa susulan. BNPB mencatat 51 orang meninggal dunia dan 101 orang mengalami luka-luka. Lebih dari 5.900 orang masih berada di lokasi pengungsian, terutama di Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Nagekeo.
Kerusakan juga dilaporkan pada sedikitnya 914 rumah rusak berat, 93 fasilitas pendidikan, dan 36 fasilitas Kesehatan. Plan Indonesia juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung upaya pemulihan anak-anak dan keluarga terdampak melalui laman donasi:http://bit.ly/respongempa-ntt Dukungan masyarakat akan membantu memenuhi kebutuhan mendesak di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan spesifik anak-anak dan anak perempuan tetap menjadi bagian dari respons kemanusiaan.
( Saufat Endrawan )
Editor: Saufat Endrawan