KIB Usung Capres Tokoh dari PAN, Golkar atau PPP

Suharso Monoarfa: Capres KIB Tidak Ada Nama Ridwan Kamil

foto

Saufat Endrawan

Mukerwil PPP Jabar di Salahsatu Hotel di Kota Bandung, Minggu (3/7)

Opininews.com, Bandung -- Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfa menyatakan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berpotensi untuk mengusung tokoh di internal partai yang terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP.

Hal tersebut ditegaskan Suharso yang juga menjabat  Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia, usai membuka Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) DPW PPP Jawa Barat (Jabar), di Hotel El Royal Jalan Merdeka Bandung, Minggu (3/7) malam.

"Tentunya ada yang lebih potensial dari nama-nama diluar KIB. Namun KIB lebih mengedepankan nama di dalam KIB,  yakni Ketum Golkar Airlangga, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP, saya sendiri, ketiga ketum tersebut sangat mungkin diusung KIB," tegasnya.

Disinggung peluang Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Kang Emil, Suharso mengungkapkan, hingga saat ini KIB masih tetap mengutamakan Calon Presiden (Capres) atau Calon Wakil Presiden (Cawapres) di internal KIB.

"Sejak dulu hingga saat ini, kebanyakan Presiden Indonesia itu berasal dari internal partai, ada Gusdur dari PKB, Megawati dengan PDIP nya, SBY dari Demokrat, dan Jokowi merupakan kader PDIP," ungkapnya.

Namun tidak kemudian menutup kemungkinan membuka pintu dukungan terhadap Capres dan Cawapres di luar internal partai yang tergabung dalam KIB, pasalnya perpolitikan nasional hingga saat ini masih berjalan dinamis.

"Bagi PPP popularitas itu tidak cukup untuk mendapat usungan atau dukungan, harus jelas dulu program kerjanya, visi misinya, harus banyak kesamaan prinsip dulu, dan lain-lain, jika memungkinkan baru diusung," ujar Suharso.

Terakhir, kata dia, bergabungnya PPP kedalam KIB tentunya karena dua alasan yakni alasan subjektif dan objektif.

"PPP sadar dengan perolehan suara Pemilu 2019 yang lalu, namun bukan kemudian tidak memiliki langkah taktis untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang," ujarnya.

"Posisi PPP di KIB secara perolehan suara dibawah Golkar dan PAN, namun di KIB mengedepankan kesetaraan prinsif, intinya PPP ingin dihitung diawal, ingin saling melengkapi, bukan pengganjal," pungkasnya.

( Aef S Abdullah )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
H. Asep Ikhsan Kecewa Pengurus DPD Golkar Hambat Pelantikan PAW
Ihsanudin Sarankan Cak Imin Sowan dan Mohon Dukungan PBNU
Agus Yasmin: Berharap Pemerintah Tunda Menaikan Bantuan Keuangan kepada Parpol
Kecewa Terhadap Kepengurusan DPD Golkar, Asep Ikhsan Resmi Bergabung dengan Demokrat