Inilah Catatan Kegagalan Partai Golkar Kab. Bandung yang Harus Diperbaiki

Golkar Butuh Pemimpin Mampu Kembalikan Marwah Partai Besar di Kab. Bandung

  • 2 jam lalu
foto

Ir. H. Anang Susanto,.M.Si - Anggota F-Golkar DPR RI

Penulis: H. Anang Susanto

OPININEWS.COM – Partai Golkar Kabupaten Bandung saat ini diperlukan evaluasi. Inilah salahsatu harapan para Politikus Senior Golkar Kabupaten Bandung.

Saatnya ini dibutuhkan pemimpin baru berkapasitas untuk kembalikan kejayaan. Namun hingga kini yang menjadi peetanyaan yang menggantung. kapan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kabupaten Bandung akan di gelar.

Karena di musda itulah, momentum memilih ketua baru. Penundaan ini memunculkan banyak spekulasi. Mulai dari belum adanya kekompakan internal, hingga belum adanya restu dari para senior.

Bisa diperkirakan musda terus di tunda, lantaran Ketua Golkar Kabupaten Bandung dan jajarannya belum membangun komunikasi dengan semua elemen.

jika itu terjadi, DPD Golkar Jabar  dipastikan segera merekomendasikan dan menetapkan jadwal.

Senioritas di Golkar tidak hanya soal usia dan moral. Tapi juga track record. Jika senior tidak merekomendasikan, pasti ada alasannya.

Bukan masalah umur, tapi kemampuan untuk meningkatkan nama baik dan elektabilitas partai.

Beberapa kejadian internal yang dinilai mencederai wibawa partai. salah satunya pembekuan 17 Pengurus Kecamatan yang dilakukan tiba-tiba tanpa proses peringatan terlebih dahulu. Seharusnya ada teguran dulu.

Kondisi ini banyak yang bertanya salahnya apa. Kejadian seperti ini jangan terulang lagi. Karena dampaknya sampai ke tingkat desa.

Jika di bawah sudah tidak dianggap, bagaimana partai mau besar, Catatan hasil pileg dua periode terakhir. Kursi Golkar di DPRD Kabupaten Bandung turun dari 12 menjadi 11 kursi. target 15 kursi pun tidak tercapai.

Mundurnya bukan hanya 3 kursi. tapi juga suara. Ini salah satu bentuk kegagalan yang jangan diulang.

Jika memang gagal dua kali, sebaiknya beri kesempatan kepada orang lain yang punya kapasitas untuk membawa golkar jadi partai terbesar lagi di Kabupaten Bandung,

Tantangan Golkar ke depan semakin berat. Era dominasi Golkar di Kabupaten Bandung sudah berbeda. Sekarang PKB di bawah kepemimpinan Dadang Supriatna semakin kuat karena dia adalah bupatinya.

Partai Gerindra juga menguat karena presidennya dari Gerindra Prabowo Subianto.

Kepercayaan rakyat harus diraih lagi. Pengurus sampai tingkat desa harus berwibawa dan punya kemampuan menarik simpati masyarakat,

Menyinggung rekrutmen caleg. Banyak kader potensial yang punya basis suara kuat justru tidak terakomodir. Bahkan beberapa memilih pindah partai dan menjadi peraih suara terbanyak di partai lain.

50 persen kegagalan ada di penentuan caleg. Harus dilihat kemampuan, pengetahuan, dan semangatnya memperjuangkan partai. Jangan hanya lihat materi,

Strategi "satu suara" yang dulu diterapkan. Satu caleg pegang satu nomor urut di semua dapil.

Misalnya semua nomor 5. Cara ini terbukti mendongkrak suara, termasuk saat anaknya maju caleg kabupaten dan Agung di DPRD Provinsi Jabar.

Calon tidak mungkin kerja sendiri. harus kompak turun ke masyarakat. tidak saling sikut.

Kekosongan kursi Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung kini menjadi ujian. Partai berlambang beringin ini dituntut segera berbenah, melakukan penataan internal, dan memilih pemimpin yang mampu mengembalikan marwah Golkar sebagai partai besar di Kabupaten Bandung.

( Ir. H. Anang Susanto,.M.Si – Anggota F-Golkar DPR RI, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Pendiri Pondok Pesantren Bahana Cendekia )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Imas Rostiana Ketua DPD Perindo Pertama di Jabar di Verifikasi DPW Perindo
Musda Golkar Kab. Bandung Belum di Gelar. Kepengurusan Status Quo...?
Inilah Harapan Renie Rahayu Fauzi Di HUT Kemerdekaan RI Ke-81