Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten. Bandung Dukung Program Bupati Bandung

Desa Nagrak jadi Contoh Kemandirian Koperasi Desa di Kabupaten Bandung

  • 1 jam lalu
foto

H. Adid Nurulloh,.S.H,.M.H - Sekdis Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung

Penulis: H. Adid Nurulloh

OPININEWS.COM -- Di tengah keterbatasan lahan, ada cerita lain yang tumbuh di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.

Sebuah koperasi desa. Dalam waktu singkat mampu merekrut sekitar 3000 orang anggota. Bukan sulap. Namun karena ada orang-orang visioner di dalamnya.

Rantai pasok dibutuhkan agar harga jual ke masyarakat terjangkau. Alurnya harus bergerak simultan, dari desa ke kota.

Saat ini Desa Nagrak jadi contoh. Koperasi di sana tidak hanya menjadi koperasi simpan pinjam saja.

Anggotanya bukan hanya petani. Ada penerima BLT dan PKH yang sedang di-"graduasi" menjadi pelaku ekonomi mandiri.

Tujuannya satu: berubah status dari penerima bantuan menjadi Desa Mandiri.

Anggota juga di dorong jadi peserta BPJS. Ada program PKK berupa tabungan yang bisa diambil pesertanya.

Jadi ada simpanan, ada perlindungan, Ini bukan cerita satu desa. Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Bandung ingin model Nagrak jadi percontohan. Ini yang harus banyak kita edukasi ke masyarakat.

Harapannya ke depan Nagrak bisa jadi tempat studi komparasi hasil pertanian juga. Masalah klasik petani menjual harga murah, namun sampai di kota harga ternyata mahal.

Kita harus perkuat rantai pasok. Dan Dinas Koperasi dan UKM  akan dorong kerjasama langsung dengan industri besar. Salahsatu upaya bekerjasama dengan Indofood untuk komoditas kentang serta lainnya.

Sejalan dengan cita-cita Presiden RI Pak Prabowo untuk ketahanan pangan. Petani harus diperlakukan secara arif. Dan konsep ini juga didukung oleh Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna,.S.Ip,.M.Si dengan membuka seluas-luasnya lahan abadi untuk pertanian tanpa di pungut Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Tidak hanya itu, Bupati juga mewajibkan antara petani dan pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk bertransaksi dalam pengadaan sayur mayur dengan skema ini, petani tidak lagi jual ke tengkulak.

Hasil panen langsung masuk Dapur MBG juga industri. Harga lebih stabil. Masyarakat harus paham manfaat koperasi dan tabungan.

Koperasi desa didorong profesional, dikelola orang-orang visioner. Tidak mungkin hanya mengandalkan lahan. Tapi kita bisa mengandalkan SDM dan kelembagaan.

Suksesnya Koperasi di Desa Nagrak adalah cerita kecil. Tapi bisa jadi model besar. Saat rantai pasok dari desa ke kota berjalan, maka harga di masyarakat terjangkau.

Petani sejahtera. Kota dapat pasokan. Program ini harus terus kita bicarakan, terus kita hidupkan. Bukan untuk seremonial.

Ini sebuah contoh untuk kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung.

( H. Adid Nurulloh,.SH,.M.H - Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Bupati Dukung Bapenda Sosialisasi Kepada Wajib Pajak Agar Patuh dalam Membayar Pajak
KDS Tegaskan Pentingnya Penguatan KDMP untuk Tampung Hasil Pertanian dan Produk UMKM
DPRD dan Pemkab Bandung Peduli dan Bahas Aksi Pornografi yang Meresahkan Warga
Bapenda Kab. Bandung Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pajak Daerah 2026
Kepala Desa Tarajusari Tingkatkan Kualitas Warganya Sesuai Arahan Bupati Bandung