BBWS Citarum Belum Maksimal Tangani Banjir di Kabupaten Bandung

Bupati Dadang Supriatna dan Masyarakat Pertanyakan Kinerja BBWS Citarum Tangani Banjir di Kabupaten Bandung

foto

Saufat Endrawan

Bupati Bandung dan Masyarakat Kritisi Kinerja BBWS Citarum Tangani Banjir di Kab. Bandung

Opininews com, Bandung -- Normalisasi Sungai Citarum dan anak Sungai Citarum di Wilayah Kabupaten Bandung telah menghabiskan dana triliunan rupiah.

Sementara banjir di Kabupaten Bandung masih terjadi. Ada beberapa wilayah yang kerap dilanda banjir jika hujan turun, diantaranya Kecamatan Rancekek, Majalaya, Baleendah, Majalaya, Bojongsoang dan Dayeuhkolot.

Jika banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Citarum dan anak Sungai Citarum, Pemerintah Kabupaten Bandung dan Bupati Bandung yang disalahkan. Padahal penanganan banjir dan normalisasi Sungai Citarum dan anak Sungai Citarum adalah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang berkantor di Kota Bandung.

Jadi wajar jika Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si kesal terhadap kinerja BBWS yang kurang transparan, koordinasi dan pejabatnya jarang kelapangan untuk koordinasi dengan tokoh masyarakat korban banjir sehingga pelaksanaan normalisasi seolah kurang maksimal.

Dan Bupati Bandung, M. Dadang Supriatna, saat rapat koordinasi Pengendalian Banjir Citarum Hulu di Rumah Jabatan Bupati Bandung di Soreang Jumat (8/10) mempertanyakan apa tugas BBWS...?, Siapa yang bertanggungjawab penanganan Sungai Citarum dan Anak Sungai Citarum..?.

"Saya sebagai Bupati Bandung mempertanyakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), tanggung jawab serta kewenangan BBWS Citarum dalam menyikapi persoalan banjir akibat luapan air Sungai Citarum yang melintasi sejumlah titik di Kabupaten Bandung. Karena sejak saya menjabat Kepala Desa di Tegalluar, hingga menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bandung dan Anggota DPRD Jabar dan kini menjadi Bupati Bandung banjir tetap terjadi dan BBWS Citarum terus menerus melaksanakan proyek normalisasi Sungai Citarum hingga pembebasan lahan untuk danau retensi. Dan saya kini sebagai Bupat Bandung tidak ingin rakyat kami terus menerus menjadi korban banjur," tegas Bupati, M. Dadang Supriatna, dalam sambutanya di hadapan Pejabat BBWS Citarum dan Pejabat PSDA Jabar.

"Saya berharap Gubernur Jabar, mengundang Pemkab Bandung, BBWS Citarum dan PSDA Jabar untuk rapat duduk satu meja membahas kembali penanganan banjir di Kabupaten Bandung," tegas Dadang Supriatna.

"Kenapa sudah puluhan tahun BBWS Citarum tak mampu tangani luapan Sungai Citarum yang sebabkan banjir di wilayah Kabupaten Bandung. Sedangkan di Sragen dan Bengawan Solo hanya dalam dua tahun mampu melakukan normalisasi hingga tak banjir," tegas Dadang Supriatna.

Hasil pengamatan Reporter www.opininews.com, Dadang Supriatna, sejak menjadi Kepala Desa, Anggota DPRD Kabupaten Bandung dan Anggota DPRD Jabar dan Bupati Bandung, selalu melakukan inisiatif bantu warga untuk membersihkan sampah dan endapan lumpur di Anak Sungai Citarum di wilayah Bandung Timur dengan mendatangkan alat berat seperti beco dan alat lainnya.

Namun kegiatan ini tidak dilanjuti oleh BBWS Citarum.

“Saya ingin tahu tugas pokok dan fungsi serta kewenangan dan tanggung jawab BBWS apa, kewenangan Kabupaten Bandug apa. Kalau memang BBWS alasannya tidak ada anggaran untuk penanganan Citarum, kita bisa bahas bersama 10 anggota DPR RI dari dapil Kabupaten Bandung siap membantu," ungkapnya kepada www.opininews.com, Jumat (8/10).

 “Saya bukannya kesal atau marah ke BBWS. Tap menyampaikan aspirasi masyarakat ke BBWS dan PSDA apa adanya. Sebab saya sendiri korban banjir. Rumah saya di Sapan Bojongsoang selalu kebanjiran,” ujar Kang DS.

Kang DS pun mempertanyakan konsep-konsep dari BBWS dan PSDA, sehingga bisa menggambarkan apa yang harus dilakukan oleh BBWS untuk menemukan solusi penuntasan masalah banjir.

Kang DS juga mengungkapkan upaya swadaya masyarakat dan kalangan pengusaha yang melakukan pengerukan Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh, yang melintasi di enam kecamatan antara lain Kecamatan Cikancung, Cicalengka, Rancaekek, Solokanjeruk, Bojongsoang, dan Kecamatan Majalaya.

“Sudah sepanjang 12 kilometer yang dikeruk secara swadaya. Jika sudah ada gerakan dari masyarakat seperti ini, kenapa BBWS diam terus? Kenapa BBWS hanya diam jadi penonton," kata Kang DS bertanya.

Ketua Panitia Pengerukan Sungai Citarik dan Sungai Cikeruh, Tatay Saripudin menambahkan, pihaknya berharap agar BBWS Citarum untuk bisa melanjutkan apa yang sudah dikerjakan oleh masyarakat, sehingga ke depannya pengerukan anak-anak Sungai Citarum ini tidak lagi menjadi beban bagi masyarakat. Karena tugas penanganan Sungai dan Anak Sungai Citarum adalah BBWS Citarum.

“Kami berharap kepada BBWS, tindaklanjuti pekerjaan kami selama ini. Agar jangan sampai jadi PR besar bagi masyarakat Kecamatan Rancaekek dan Kabupaten Bandung umumnya,” tegas Tatay.

Menanggapi hal ini , Kepala BBWS Citarum, Bastari mengapresiasi forum yang diinisiasi oleh Bupati Bandung yang dengan semangatnya untuk mencarikan solusi bagaimana menyelesaikan masalah banjir di Kabupaten Bandung.

Bastari mengatakan, penuntasan banjir di Kabupaten Bandung diselesaikan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran di BBWSC.

“Kita memang perlu duduk bersama untuk berkolaborasi menyelesaikan permasalah banjir di Kabupaten Bandung ini. Dalam memecahkan suatu masalah kita memang harus komprehensif dan terintegrasi,” ucap Bastari.

Ia pun mengakui kendala selama ini adalah masalah anggaran. Bahkan menurutnya untuk tahun 2022, anggaran untuk BBWS Citarum masih terimbas refokusing penanganan Covid-19. BBWS Citarum juga belum bisa menargetkan kapan penanganan banjir di Kabupaten Bandung akan tuntas.

( Saufat Endrawan )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Anak Penjual Gula Aren Masuk Lembah Wayang Bandung
Bupati Bandung, M. Dadang Supriatna Setujui UMK Sebesar Rp. 3.566.122, 64
Mukab IX KADIN Kab. Bandung Digelar Bulan Desember
Bupati Dadang Supriatna Setujui Kenaikan UMK 2022 Ratusan Ribu Buruh Sujud Syukur
Ahok : BPK Melindungi'Proyek Yang Merugikan BUMN