Apapun Kondisinya KDS Tetap Mendedikasikan Hidupnya untuk Rakyat Kab. Bandung

Dadang Supriatna Dedikasikan Hidupnya Untuk Masyarakat Diantaranya di Bidang Kesehatan dan Pendidikan

foto

Reza Anugrah Surya Dharma

Inilah Program Unggulan Kerja Bupati Bandung untuk Warganya

OPININEWS.COM. BANDUNG -- Berbagai isue yang mendera di berbagai jaringan media sosial diantaranya Instagram dan tiktok tak akan menghentikan aktivitas untuk betbhakti kepada segenap masyarakat Kabupaten Bandung hingga periode 2030 mendatang.

Inilah sosok alumni Program Doktor Universitas Trisakti Jakarta, yang menjabat Bupati Bandung, Dr. H.M. Dadang Supriatna,.S.Ip,.M.Si.

Bupati Bandung Dadang Supriatna yang di sapa Kang Dadang Supriatna (KDS) kepada www.opininews.com, menegaskan, akan berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang merata hingga ke pelosok desa melalui program pembangun lebih dari enam rumah sakit diantaranyanKecamatan Arjasari, Kertasari, Cimaung, Ciwidey meliputi wilayah Pasir Jambu dan Rancabali serta wilayah Cimenyan.

Tidak hanya itu, orang nomor satu di Kabupaten Bandung telah banyak berikan  fasilitas asuransi dan jaminan kesehatan serta ketenagakerjaan  kepada ratusan ribu tukang ojeg pangkalan danojeg online, petani, para guru ngaji, Linmas se Kabupaten Bandung, para ketua rt dan RW se Kabupaten Bandung,  awak media, para pengerak PKK serta lainnya.

“Bagi masyarakat Kabupaten Bandung yang ingin memeriksakan kesehatan mulai periksa tekanan darah, gula darah, detak jantung dan lainya bisa gratis dengan datang ke pusat layanan kesehatan milik Pemkab Bandung diantaranya di Puskesmas terdekat,” jelas KDS.

program "BESTI" atau  Program Beasiswa Ti Bupati merupakan program prioritas Pemkab Bandung untuk warganya yang berprestasi di bidang keagamaan dan lainnya, Program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketimpangan akses pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

“Pemerataan kesehatan, dirancang untuk masyarakat di wilayah ujung Kabupaten Bandung yang selama ini harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit rujukan. kesehatan adalah kebutuhan dasar,” tegas KDS.

Harapan KDS, ingin memastikan tidak ada lagi warga Kabupaten Bandung yang kesulitan berobat karena jauhnya fasilitas kesehatan.

“Saya bangun dan perkuat rumah sakit serta puskesmas agar pelayanan lebih dekat, cepat, dan berkualitas," ujar KDS.

KDS menjelaskan, Pemkab Bandung saat ini tengah fokus pada pembangunan rumah sakit baru di beberapa wilayah, revitalisasi RSUD, serta penguatan 31 Puskesmas di seluruh kecamatan.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi beban rujukan ke Kota Bandung dan menekan biaya serta waktu tempuh masyarakat saat berobat. Selain bangun rumah sakit,

KDS juga lakukan peningkatan kualitas SDM kesehatan, pengadaan alat kesehatan modern, digitalisasi sistem layanan, serta perluasan cakupan Jaminan Kesehatan Daerah bagi warga kurang mampu.

Menurut KDS, pemerataan kesehatan merupakan investasi jangka panjang.

"Jika masyarakatnya sehat, maka produktivitas meningkat, ekonomi tumbuh, dan pembangunan di sektor lain akan lebih mudah. Ini inti dari Bandung Sejahtera dan Teratasi," tegasnya.

Pemkab Bandung juga menggandeng pemerintah pusat, provinsi, dan pihak swasta untuk mempercepat realisasi pembangunan rumah sakit. Diharapkan dalam beberapa tahun ke depan, setiap wilayah di Kabupaten Bandung memiliki akses mudah ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.

Dengan adanya program ini, jelas KDS, Pemkab Bandung optimis target pemerataan layanan kesehatan dapat tercapai. KDS juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program ini demi terwujudnya Kabupaten Bandung yang sehat, maju, dan sejahtera.

( Saufat / Reza Anugerah Surya Dharma )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
APKASI Dorong Penguatan Otonom Daerah dan Usulkan Revisi UU No.23/2014 ke DPR dan Mendagri
Djamu Kertabudi Sikapi Kasus PT. BDS
Eep Jamaludin: PAN Kab. Bandung Dukung Penuh Program MBG
Kombes Pol Aldi Subartono Dukung Program Presiden RI dengan Menanam Bawang Putih
KDS: Kabupaten Bandung Siap Jadi Tuan Rumah Festival Seni Qasidah Tingkat Nasional