Agus Yasmin Puji Langkah KDS Tangani Banjir
Pengendalian Banjir Kab. Bandung Butuh Normalisasi Sungai , Danau Buatan dan Sumur Retensi

Saufat Endrawan
Agus Yasmin Dukung Langkah KDS Tangani masalah Banjir di Kab. Bandung
Penulis: H. Agus Yasmin, S.Ip,.M.Si
OPININEWS.COM – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kabupaten Bandung tahun ini berbeda. Tak ada panggung hiburan. Yang ada, sepatu bot dan langkah cepat di lokasi bencana.
Bupati Bandung, KDS menegaskan: APBD Kabupaten tak akan mampu menahan banjir sendirian. Ini bukan soal anggaran. Ini soal hulu dan hilir yang tak bisa dipisah.
Pertama, Kabupaten Bandung menampung air kiriman. Hujan di Kota Bandung, sebagian Sumedang, hingga Garut, muaranya ke sini.
Secara sejarah, wilayah ini adalah cekungan terendah. Air mengalir, mengikuti gravitasi. Bukan mengikuti batas administrasi.
Kedua, sungai menyempit. Bantaran jadi permukiman. Penertibannya tak bisa satu pintu. Desa pegang Buku C. Pemda pegang Perda Tata Ruang. BBWS punya peta dasar sungai. BPN urus legalitas lahan.
APH tegakkan norma. Kalau tidak duduk bersama, masalah hanya berpindah tempat. Ketiga, ruang terbuka makin habis. Pembangunan tumbuh tiap tahun.
Usaha berkembang. Tapi tanah resapan hilang. Hujan turun, air tak punya jalan lain selain masuk ke rumah warga. Karena itu, program seperti Citarum Harum belum menjawab semua. Pengendalian banjir butuh normalisasi seluruh anak sungai.
Butuh kolam retensi. Butuh danau buatan. Menahan banjir saat hujan, menyimpan air untuk kemarau.
Langkah Bupati merangkul semua pihak adalah kunci. Banjir tak kenal ego sektoral.
Penyelesaiannya wajib kolaborasi. Dari desa hingga pusat.
Kabupaten Bandung punya 31 kecamatan. Keadilan itu sederhana: yang di pelosok harus sama amannya dengan yang di pusat saat hujan datang. Tugas kita bersama: kembalikan air jadi berkah.
Bukan langganan duka tiap musim. Sejarah nanti yang menilai siapa benar-benar bekerja untuk rakyat.
( Agus Yasmin – Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung juga Pemerhati Kebijakan
Editor: Saufat Endrawan