AD Akui Ada Lima Pejabat Terkena OTT

Ada Amplop Untuk Kabid Saat OTT Pejabat Disdik Kab. Bandung Oleh Tim Satgas Saber Pungli

foto

Saufat Endrawan

Tiap Tahun Ada Pejabat Disdik Kab. Bandung Tersandung Masalah Hukum

Opininews com, Bandung -- Masyarakat Kabupaten Bandung, Jumat (16/7/2021) malam dihebohkan dengan adanya penyebaran informasi di WA Grup, yang menyatakan adanya operasi tangkap tangan (OTT) oleh Satgas Saber Pungli Jabar atau oleh KPK terhadap oknum Kadis dan Sekdis di Lingkungan Pemkab Bandung.

Namun isu tersebut tidak benar dan tidak terjadinya adanya OTT terhadap Kadis dan Sekdis di Lingkungan pemkab Bandung.

Namun yang terjadi Tim Satgas Saber Pungli mengamankan Oknum Tiga Pejabat di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, yang saat ini masih di Jabat Kadis Pendidikan Kabupaten Bandung, Juhana.

Satgas Saber Pungli Jabar mengamankan tiga oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung, dalam operasi tangkap tangan (OTT)  Pada hari kemarin.

Ketiga pejabat yang terkena OTT, Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang SD Kecamatan Pangalengan, SJ dan pengawasnya EA, serta Korwil SD Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, AD.

Ketiga oknum pejabat fungsional Disdik Kabupaten Bandung, diduga memungut sejumlah uang dari kepala sekolah untuk memuluskan verifikasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Sementara itu Kepala Bidang Data informasi dan Publikasi Satgas Saber Pungli Jaba, M Yudi Ahadiat mengakui sangat apresiasi langkah yang dilakukan oleh Bupati Bandung.

"Setelah tim kami lakukan OTT, ketiga orang yang diamankan, langsung dimutasikan ke posisi non job oleh Bupati Bandung," jelasnya.

Yudi mengaku pihaknya sangat mengapresiasi langkah kooperatif dari Pemkab dan Bupati Bandung tersebut.

"Langkah Pak Bupati Dadang Supriatna harus menjadi contoh bagi daerah lainnya," jelas dia.

Pungli yang dilakukan ketiga pejabat tersebut pungli kepada kepala sekolah di wilayah Kecamatan Pangalengan dan Kertasari yang masing - masing sekolah dipungut minimal Rp 200 ribu.

Jika dihitung bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Kasus ini bisa menyeret kepada Kepala Bidang SD dan sejumlah pejabat lain di lingkungan Disdik Kabupaten Bandung.

Saat OTT diamankan barang bukti berupa amplop berisi uang yang ditujukan kepada Kabid SD dan sejumlah staf Disdik lain.

Oknum korwil dan pengawas tersebut diamankan dalam OTT di Gedung PGRI Kabupaten Bandung, di wilayah Katapang.

Hasil OTT juga diamakan barang bukti uang tunai ratusan juta rupiah.

Salah seorang yang berada di lokasi OTT, AD kepada www.opininews.com, Sabtu (17/7/2021) mengakui, sebenarnya pejabat yang berada Saat OTT berjumlah lima orang.

"Namun kenapa dalam pemberitaan yang munculnya hanya tiga orang," jelas AD.

AD mengakui, keberadaaya di Kantor PGRI Kabupaten Bandung hanya untuk menyampaikan uang titipan untuk salahseorang pejabat sebagai uang lelah karena  telah memeriksa berkas.

"Namum ada salahsatu pejabat lainnya yang saat disuruh tim penyidik membuka isi tas, ada amplop yang bertuliskan untuk Kabid dan pejabat lainya. Dan Ia telah diincar oleh Tim Satgas Saber Pungli Jabar beberapa hari," kata dia.

"Karena saya harus mengaku yah terpaksa saya juga mengaku terlibat padahal saya tidak tahu apa - apa," jelas Dia.

Kasus ini juga  ditangani oleh Kantor Inspektorat Kabupaten Bandung.

Dinas Pendidkan Kabupaten Bandung hampir setiap tahun banyak pejabat yang tersandung masalah hukum, mulai dari Pungli, masalah pengadaan buku, BOS, Pajak hingga masalah kepurbakalaan dan masih banyak kasus lainnya.

( Saufat Endrawan )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Sistem PPDB SMA/SMK Negeri di Jabar Amburadul Jual Beli Kursi Terjadi