Ketua Partai Golkar Harus Kembalikan Marwan Partai Golkar Menjadi Partai Pemenang Pileg dan Pilbup

Partai Golkar Harus Kembali Menjadi Partai Terbesar di Kabupaten Bandung

  • 1 jam lalu
foto

Ir. H. Anang Susanto,.M.Si - Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar

Penulis: H. Anang Susanto

OPININEWS.COM – Partai Golkar Kabupaten Bandung harus evaluasi dan harapan para Politikus Senior Golkar Kabupaten Bandung saatnya dibutuhkan pemimpin baru berkapasitas untuk kembalikan kejayaan.

Namun hingga kini yang menjadi peetanyaan yang menggantung. kapan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Golkar Kabupaten Bandung akan di gelar. Karena di musda itulah, momentum memilih ketua baru.

Penundaan ini memunculkan banyak spekulasi. Mulai dari belum adanya kekompakan internal, hingga belum adanya restu dari para senior.

Bisa diperkirakan musda terus di tunda, lantaran Ketua Golkar Kabupaten Bandung dan jajarannya belum membangun komunikasi dengan semua elemen. jika itu terjadi, DPD Golkar dipastikan segera merekomendasikan dan menetapkan jadwal.

Senioritas di Golkar tidak hanya soal usia dan moral. tapi juga track record. Jika senior tidak merekomendasikan, pasti ada alasannya. Bukan masalah umur, tapi kemampuan untuk meningkatkan nama baik dan elektabilitas partai.

Catatan hasil pileg dua periode terakhir. Kursi Golkar di DPRD Kabupaten Bandung turun dari 12 menjadi 11 kursi. target 15 kursi pun tidak tercapai.

Mundurnya bukan hanya 3 kursi. tapi juga suara. ini salah satu bentuk kegagalan yang jangan diulang. kalau memang gagal dua kali, sebaiknya beri kesempatan kepada orang lain yang punya kapasitas untuk membawa golkar jadi partai terbesar lagi di kabupaten bandung,

Tantangan Golkar ke depan semakin berat. Era dominasi Golkar di Kabupaten Bandung sudah berbeda. Sekarang PKB di bawah kepemimpinan Dadang Supriatna semakin kuat karena dia adalah bupatinya.

Partai Gerindra juga menguat karena presidennya dari Gerindra Prabowo Subianto.

Kepercayaan rakyat harus diraih lagi. Pengurus sampai tingkat desa harus berwibawa dan punya kemampuan menarik simpati masyarakat.

Menyinggung rekrutmen caleg. Banyak kader potensial yang punya basis suara kuat justru tidak terakomodir. Bahkan beberapa memilih pindah partai dan menjadi peraih suara terbanyak di partai lain.

50 persen kegagalan ada di penentuan caleg. Harus dilihat kemampuan, pengetahuan, dan semangatnya memperjuangkan partai. jangan hanya lihat materi, Strategi "satu suara" yang dulu diterapkan.

Satu caleg pegang satu nomor urut di semua dapil. Misalnya semua nomor 5. Cara ini terbukti mendongkrak suara, termasuk saat anaknya Bintang maju caleg DPRD Kabupaten Bandung dan Agung di DPRD Provinsi Jabar.

Calon tidak mungkin kerja sendiri. harus kompak turun ke masyarakat. tidak saling sikut.

Kekosongan kursi Ketua DPD Golkar Kabupaten Bandung kini menjadi ujian. Partai berlambang beringin ini dituntut segera berbenah, melakukan penataan internal, dan memilih pemimpin yang mampu mengembalikan marwah Golkar sebagai partai besar di Kabupaten Bandung.

Partai Golkar harus bangkit bersama perkuat silaturahmi. Kepengurusan tingkat Kabupaten Bandung harus patuhi kebijakan provinsi dan kepengurusan Jabar harus teguh dukung kebijakan pusat.

Inilah kunci suksesnya Partai Golkar di masa lalu.

( Ir. H. Anang Susanto,.M.Si – Anggota F-Golkar DPR RI, Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Pendiri Pondok Pesantren Bahana Cendekia )

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Inilah Harapan Renie Rahayu Fauzi Di HUT Kemerdekaan RI Ke-81
Musda Golkar Kab. Bandung Belum di Gelar. Kepengurusan Status Quo...?
Imas Rostiana Ketua DPD Perindo Pertama di Jabar di Verifikasi DPW Perindo