Anggota DPRD Jabar Pantau Kondisi Banjir

Dadang Supriatna: Sembilan Program Harus dilakukan di Lokasi Banjir Dayeuhkolot

foto

Saufat Endrawan

Anggota DPRD Jabar, H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si Tinjau Kondisi Banjir do Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (7/2/2020)

Opininews.com, Bandung - Banjir di Kabupaten Bandung tak bisa dihindari jika hujan turun.

Dan wilayah yang langganan banjir di Kabupaten Bandung meliputi Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Baleendah, Bojongsoang dan Rancaekek.

Banjir di wilayah ini seharusnya tak sering terjadi, karen triliunan anggaran pemerintah pusat sudah dikucurkan untuk pembangunam normalisasi anak Sungai Citarum dan Sungai Citarum yang membentang mulai dari hulu Sungai Citarum, Cisanti Kertasari hingga Curug Jompong, Margaasih, Kabupaten Bandung. W

Kabupaten Bandung harus beruntung, disaat proyek normalisadi terus dilakukan dan banjir terus terjadi, masih ada Anggota DPRD Jabar asal pemilihan Kabupaten Bandung, yang masih mau belusukan untuk menampung aspirasi warga korban banjir serta melihat kondisi banjir di wikayah Kabaupetan Bandung.

Anggota DPRD Jabar dari Dapil Kabupaten Bandung yang masih peduli terhadap warga korban banjir dan pantau kondisi banjir, adalah H.M. Dadang Supriatna, S.Ip, M.Si dari Fraksi Golkar.

Dadang Supriatna, pada Jumat (7/2/2020) pantau wilayahh banjir di Kabupaten Bandung, diantarannya di Kampung Bojongasih RW 24 Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.

Dilokasi Banjir di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna yang juga mantan Anggota DPRD Kabupaten  Bandung tiga periode serta Mantan Ketua KNPI Kabupaten Bandung ini, berdialog dengan Muspika serta Aparat Desa, Tokoh Masyarakat serta para korban banjir.

"Dari hasil dialog dengan berbagai elemen masyarakat aparat desa ada sembilan pekerjaan yang harus dilakukan untuk menahan banjir di wilayah ini," kata Dadang kepada www.opininews.fom, di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Junat (7/2/2030).

Kesembilan program tersebut diantarannya, sembilan pintu  air harus segera dibangun di perkampungan warga, Folder dan pompa untuk buang air genangan ke Sungai Citarum harua diadakan dan warga tidak butuh pakaian bekas dan mie instan.

"Yang dibutuhkan warga adalah, bagaimana keseriusan pemerintah untuk melaksanakan program normalisasi dengan cepat dan melibatkan warga sekitar," tegas Dadang. Dadang Supriatna, juga menjadi korban banjir jika banjir mengenangi wilayah Sapan, Tegalluar, di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang.

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Angka 1 Bagi Teh Nia Arti dari Ketauhidan
H. Sugianto, S.Ag, M.Si: Batal Pengesahan Perubahan APBD 2020 Eksekutif Bisa Gunakan Hak Prerogatif
Yayat Sumirat Bantah Jika Dianggap Tak Hadir Rapat Banggar Perubahan APBD 2020
Bandung Selatan Harley Davidson Kongkow di Gading Tutuka Satu