Warga Jangan Lakukan Aksi Penimbunan Sembako dan Masker

Ahmad Najib Qodratullah Berharap Polri dan Pemda Awasi Aksi Panic Buying

foto

Saufat Endrawan

Anggota DPR RI (F-PAN) H. Ahmad Najib Qodratullah

Opininews.com, Jakarta -- Banyak masyarakat yang melakukan panic buying, pasca adanya pengumuman dari Presiden RI, Jokowidodo bahwa ada dua warga negara Indonesia terjangkit virus corona.

Kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk menimbun sembako dan masker serta kebutuhan pokok lainnya dirasakan sangat berlebihan.

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, H. Ahmad Najib Qodratullah, SE, berharap masyarakat untuk dapat menahan diri dan jangan terpancing dengan adanya hoaks atau pemberitaan yang kurang jelas sumbernya.

"Meski ada dua warga negara yang terjangkit virus corona, namun pemerintah sudah menangganinya," kata Ahmad Najib kepada www.opininews.com, di Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Anggota DPR RI dari Dapil Jabar ini juga mengajak  masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada dan selalu mengikuti berita resmi yg dikeluarkan dari pemerintah dan media terpercaya terkait korona.

"Kami DPR RI meminta polisi untuk mengawasi dan bertindak tegas apabila ada masyarakat atau pengusaha yg berbuat curang memanfaatkan situasi ini dengan cara menimbun barang, sembako masker atau lainya yang akan memberikan dampak terhadap kelangkaan stok barang," tandasnya. 

Najib yang juga Ketua PAN Jabar ini, menghimbau masyarakat untuk tidak bertindak berlebihan dalam pemenuhan kebutuhan atau tidak panic buying.

"Untuk pemerintah daerah segera bersiap siaga mengantisipasi panic buying di masyarakat dan mengikuti arahan dari pusat sesuai kewenangan masing-masing," imbau Najib.

Sementara itu di wilayah Kabupaten Bandung dan wilayah lainnya di Jabar, warga mulai melakukan panic buying dengan membeli masker dan sembako berlebihan dengan alasan untuk cadangan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bandung, Poppy Hopipah, mengakui isu panic buying di Kabupaten Bandung mulai terjadi.

"Namun saat petugas kami ke lapangan itu tidak terjadi, namun untuk gula terjadi kelangkaan barang dan harga mulai naik hampir 50 persen di pasar tradisional," jelas Poppy.

Editor: Saufat Endrawan

Bagikan melalui
Berita Lainnya
Renie Rahayu: KDS Hebat Pertahankan Kab, Bandung Raih WTP Kesepuluh Kalinya
Tiga Luka Besar Bangsa yang Harus Segera Dibedah
DPRD Kawal Pembangunan Kolam Retensi Tegalluar, Optimis Banjir Bojongsoang Teratasi
Ketua IKA Universitas Trisakti KDS Mengenang Masa Kuliah
Bupati KDS Instruksikan ASN Kab. Bandung Bawa Tumbler PDAM Tirta Raharja Bantu Penyediaan Air Minum